Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa KKN USK Tanamkan Kesadaran Konservasi Satwa Langka kepada Anak-anak

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) menanamkan kesadaran konservasi kepada anak-anak melalui edukasi empat satwa langka Indonesia yang dikemas dalam lomba mewarnai di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan yang berlangsung di Meunasah Gampong Cut Langien ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN USK mengenalkan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati sejak usia dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak diajak mengenal satwa-satwa langka Indonesia sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Puluhan anak mengikuti lomba mewarnai dengan penuh antusias. Selain mengasah kreativitas dan kemampuan motorik, mereka diperkenalkan dengan empat satwa kunci Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), yakni Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Orangutan Sumatera (Pongo abelii), dan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Keempat satwa tersebut merupakan spesies endemik Indonesia yang saat ini menghadapi berbagai ancaman terhadap kelestariannya.

Mahasiswa KKN memanfaatkan gambar satwa sebagai media pembelajaran yang mudah dipahami anak-anak. Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mewarnai, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai habitat satwa, peran ekologis masing-masing spesies, serta pentingnya menjaga hutan sebagai habitat alami berbagai satwa langka.

Ketua Kelompok KKN USK Reguler 11 Periode XXIX, Ari Maulana, mengatakan pendidikan konservasi perlu dikenalkan sejak dini melalui metode yang menyenangkan agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami anak-anak.

“Kami ingin anak-anak mengenal kekayaan hayati Indonesia sejak dini. Dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, mereka diharapkan memahami bahwa satwa-satwa tersebut harus dijaga bersama karena merupakan bagian dari warisan alam bangsa,” ujarnya.

Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu memperluas wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan pendidikan konservasi perlu terus diperkuat sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam.

Kegiatan edukasi konservasi ini dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa lintas disiplin ilmu yang tergabung dalam Kelompok KKN USK Reguler 11 Periode XXIX, yaitu Ari Maulana (Ilmu Hukum), Aulia Angelie Putri (Pendidikan Dokter), Dina Syifa Rahma (Ilmu Keperawatan), Farras Aditya Mahasin (Pendidikan Geografi), Nadiaton (PKn), Nobel Prodeo Insan (Kehutanan), dan Nayfa Fathia Namiko (Pendidikan Dokter).