Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa KKN USK Manfaatkan Buah Pinang Jadi Pewarna Alami Kain Jumputan di Pidie Jaya

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 25 menggelar pelatihan kreatif pemanfaatan buah pinang sebagai bahan pewarna alami untuk kain jumputan di Gampong Muka Blang, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong kreativitas warga dalam memanfaatkan potensi bahan alam di lingkungan sekitar. Inisiatif tersebut digagas oleh Nur Natasya, anggota KKN Reguler XXIX USK Kelompok 25, dengan tujuan memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperkenalkan tahapan lengkap pembuatan kain jumputan, mulai dari persiapan kain, penciptaan pola melalui teknik ikatan, pengolahan buah pinang, hingga proses pewarnaan. Peserta juga diberikan kesempatan mencoba secara langsung agar pengalaman praktik dapat dirasakan secara optimal.

Pilihan buah pinang sebagai pewarna alami didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah di lingkungan sekitar serta potensinya dalam menghasilkan warna kain yang menarik. Nur Natasya menyampaikan bahwa pemanfaatan bahan sederhana ini diharapkan mampu membuka wawasan warga untuk terus mengembangkan ide kreatif berbasis sumber daya lokal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai kreativitas. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat terus mengembangkan ide dan keterampilan yang telah diperoleh,” ujar Nur Natasya.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh warga Gampong Muka Blang selama acara berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap instruksi dan mencoba langsung pembuatan pola hingga pewarnaan kain.

Apresiasi turut disampaikan oleh salah seorang warga, Herniati. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang produktif dan membuka sudut pandang masyarakat terhadap fungsi lain dari buah pinang.

“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Selama ini mungkin buah pinang hanya dikenal untuk kegunaan tertentu, tetapi ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk kain. Kegiatan seperti ini juga membuat kami lebih kreatif dan tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri,” ungkap Herniati.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada sesi pelatihan semata. Keterampilan mengolah kain jumputan dengan pewarna alami ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan oleh warga setempat, terutama jika dipadukan dengan motif khas daerah. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi sarana belajar bersama masyarakat untuk menggali potensi lokal serta menghadirkan program yang berdampak nyata setelah masa pengabdian berakhir.