Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala Kelompok 104 melaksanakan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun padat di Gampong Peulakan Tambo, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Faanzir selaku penanggungjawab kegiatan mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di Meunasah dengan melibatkan ibu-ibu Gampong ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga. Khususnya minyak jelantah, agar tidak dibuang sembarangan dan dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat serta memiliki nilai guna.
“Kegiatan ini kami adakan sebagai langkah pengingat serta edukasi bahwa sampah rumah tangga seperti minyak jelantah bisa dimanfaatkan bahkan menjadi nilai guna,” jelasnya.
Dalam proses pendampingan yang dilakukan, peserta tidak hanya mendapatkan sosialisasi, tetapi juga diajak untuk praktik langsung mengolah produk berupa sabun padat yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Geuchik Gampong Peulakan Tambo, Syukri, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Kelompok 104. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah rumah tangga.
Dirinya merasa sangat senang mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari mahasiswa KKN Kelompok 104 Peulakan Tambo.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat membangkitkan kesadaran ibu-ibu untuk lebih peduli terhadap manajemen limbah, terutama minyak jelantah, sehingga tidak lagi dibuang sembarangan dan bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna,” ujar Syukri.
Sementara itu, Faanzir, mengaku bersyukur melihat antusiasme masyarakat selama pelatihan berlangsung.
“Kami sangat senang dapat berbagi ilmu dan mengedukasi masyarakat, khususnya ibu-ibu di Gampong Peulakan Tambo, mengenai pentingnya mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai. Terima kasih atas partisipasi dan semangat yang luar biasa selama pelatihan,” ungkap Faanzir.
Ia juga menekankan meskipun tidak menawarkan inovasi baru, sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi pemanfaatan minyak jelantah serta upaya dalam menjaga lingkungan.
“Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan minyak jelantah yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah rumah tangga, serta sebagai bentuk aksi nyata kami dalam mengupayakan kebersihan lingkungan dan berkelanjutan,” harapnya.