Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa KKN USK Hadirkan Program Pemberdayaan untuk Masyarakat Gampong Cut Langien

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Program yang dirancang tersebut menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ketua Kelompok KKN Reguler 11 USK, Ari Maulana, mengatakan seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat serta kolaborasi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan tidak sekadar menjadi rutinitas pengabdian, tetapi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program ini kami susun berdasarkan kolaborasi seluruh anggota kelompok dengan latar belakang ilmu yang berbeda. Harapannya, setiap kegiatan yang dilakukan benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak positif, meskipun waktu pelaksanaan KKN relatif singkat,” ujarnya.

Kelompok yang terdiri atas tujuh mahasiswa dari berbagai program studi tersebut mengusung sejumlah program unggulan, antara lain edukasi pencegahan bullying bagi anak-anak, sosialisasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), praktik cuci tangan enam langkah, edukasi pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan dasar melalui home visit, serta pengenalan tas siaga bencana bagi masyarakat.

Di bidang lingkungan, mahasiswa juga menginisiasi edukasi mengenai pencegahan pembalakan dan pembakaran hutan. Selain itu, mereka memperkenalkan pentingnya pengelolaan dokumen penting keluarga melalui program Gerakan Administrasi Dokumen Aman (GERADAM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN USK. Menurutnya, program yang ditawarkan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat dan berpotensi memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami melihat program yang disampaikan sangat bermanfaat karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat, seperti pendidikan anak, kesehatan, lingkungan, hingga kebencanaan. Pemerintah gampong siap mendukung agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok Reguler 11, Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai wadah pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menghormati adat istiadat setempat, serta melaksanakan setiap program secara bertanggung jawab.

“Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, hormati adat dan budaya setempat, serta laksanakan program dengan penuh tanggung jawab. KKN adalah kesempatan untuk mengabdi sekaligus membentuk karakter mahasiswa,” pesannya.