Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa KKN USK Edukasi Sanitasi dan Pencegahan DBD di Pidie Jaya

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX menggelar edukasi mengenai pentingnya sanitasi dalam mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada masyarakat Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (25/7/2026).

 Kegiatan tersebut dilaksanakan secara door to door dengan mengunjungi rumah-rumah warga sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sanitasi dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa USK menjelaskan bahwa sanitasi merupakan upaya menjaga kebersihan lingkungan melalui penyediaan air bersih, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan penyebab utama penularan DBD.

Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan DBD, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Adapun langkah “Plus” meliputi penggunaan larvasida bila diperlukan, memelihara ikan pemakan jentik, membersihkan talang air dan saluran drainase secara berkala, serta menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong.

Mahasiswa turut memberikan pemahaman mengenai gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, muncul bintik merah pada kulit, hingga tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera. Untuk memperkuat pemahaman masyarakat, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai sanitasi, pencegahan DBD, dan langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah.

Ketua Kelompok KK, Ari Maulana, mengatakan bahwa pencegahan DBD harus dimulai dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, bukan hanya dilakukan ketika terjadi peningkatan kasus.

“Melalui edukasi ini kami ingin membangun kesadaran bahwa sanitasi bukan sekadar menjaga kebersihan rumah, tetapi juga merupakan investasi kesehatan bagi seluruh keluarga. Upaya sederhana seperti menghilangkan genangan air, mengelola sampah dengan baik, dan menerapkan 3M Plus secara rutin dapat memberikan dampak besar dalam memutus rantai penyebaran DBD,” ujarnya.

Menurut Ari, pendekatan dari rumah ke rumah menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan edukasi secara lebih komunikatif sekaligus memahami kondisi sanitasi masyarakat secara langsung.

Program edukasi tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3, Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan ke-6, Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak), yang mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN USK yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan sebagai langkah pencegahan DBD.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., menilai kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjawab persoalan kesehatan lingkungan. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ari Maulana yang dinilai aktif mengkoordinasikan tim sehingga setiap program kerja dapat terlaksana secara efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.