Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) terus berupaya meningkatkan literasi kesehatan di kalangan remaja melalui berbagai program edukatif. Salah satunya dilakukan oleh Kelompok Reguler 11 Periode XXIX yang menggelar sosialisasi SADARI (Periksa Payudara Sendiri) bagi siswi SMA Negeri 1 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Senin (28/7/2026)
Kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada generasi muda, khususnya mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara. Program ini diinisiasi oleh mahasiswa lintas disiplin ilmu yang berasal dari Program Studi Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan.
Sosialisasi bertujuan membekali para siswi dengan pengetahuan dasar mengenai kanker payudara, mulai dari faktor risiko, gejala awal yang perlu diwaspadai, hingga teknik melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara benar dan mandiri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para remaja putri memiliki kesadaran untuk mengenali kondisi tubuh sejak dini sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit yang dapat dideteksi lebih awal.
Materi disampaikan secara komunikatif melalui presentasi interaktif, demonstrasi langkah-langkah SADARI menggunakan media edukasi, serta sesi diskusi yang memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya secara terbuka. Pendekatan tersebut membuat suasana sosialisasi berlangsung aktif dan edukatif sehingga para siswa lebih mudah memahami pentingnya mengenali perubahan pada tubuh sejak dini.
Selain menjelaskan teknik pemeriksaan payudara sendiri, mahasiswa KKN juga mengajak peserta menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik secara teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Edukasi tersebut sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, Good Health and Well-being, yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui langkah promotif dan preventif.
Kepala SMA Negeri 1 Bandar Baru beserta dewan guru menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN USK dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang dinilai sangat relevan bagi remaja putri. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi penyampaian materi maupun diskusi.
Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana mengatakan bahwa edukasi mengenai SADARI merupakan langkah sederhana yang memiliki manfaat besar apabila dilakukan secara konsisten.
“Kami ingin para siswi memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sakit, tetapi dimulai dari kesadaran untuk mengenali kondisi tubuh sendiri. Melalui sosialisasi SADARI ini, kami berharap lahir generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan, berani melakukan deteksi dini, dan mampu menjadi penyambung informasi kesehatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Ari menambahkan, mahasiswa KKN berkomitmen menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan literasi kesehatan di kalangan remaja.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi sosialisasi satu hari, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan hidup sehat dan kesadaran melakukan pemeriksaan secara rutin sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit yang dapat dideteksi sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USK, Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., mengapresiasi inisiatif Kelompok Reguler 11 dalam menyelenggarakan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang mampu menghadirkan edukasi kesehatan yang aplikatif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu berkolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Edukasi kesehatan seperti ini diharapkan dapat membangun budaya hidup sehat serta meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan penyakit,” ujar Muhammad Sayuthi.