Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa KKN USK Edukasi Ibu Hamil dan Beri Pemeriksaan Antropometri Balita di Gampong Cut Langien

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 11 turut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu di Meunasah Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru. (Pidie Jaya, 16 Juli 2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada edukasi kesehatan bagi ibu hamil serta pemeriksaan antropometri bagi bayi dan balita sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.

Posyandu yang diselenggarakan bersama tenaga kesehatan dan kader Posyandu ini diikuti oleh ibu hamil, bayi, serta anak usia 2 hingga 5 tahun. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, lingkar kepala, serta Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk memantau status gizi dan tumbuh kembang anak secara berkala.

Selain membantu proses pelayanan Posyandu, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala di fasilitas kesehatan.

Sementara itu, kepada para orang tua balita diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan antropometri sebagai langkah awal dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan, stunting, gizi kurang, maupun obesitas sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Antropometri merupakan metode pengukuran dimensi dan proporsi tubuh manusia yang digunakan untuk menilai status gizi, pertumbuhan, serta perkembangan seseorang. Pada bayi dan balita, pemeriksaan ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak berlangsung sesuai usianya. Sedangkan bagi ibu hamil, pengukuran LILA digunakan untuk mengetahui kondisi gizi ibu selama kehamilan yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu maupun janin.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN turut membantu proses pelayanan Posyandu, khususnya dalam pengukuran tinggi badan bayi dan balita guna mendukung kelancaran pemeriksaan antropometri.

Sementara itu, hasil pengukuran yang telah diperoleh kemudian dicatat oleh petugas kesehatan dan kader Posyandu ke dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) maupun administrasi Posyandu sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Data tersebut selanjutnya menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam mengevaluasi status gizi, memantau perkembangan anak, serta menentukan langkah tindak lanjut apabila ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan maupun permasalahan gizi.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang dengan suasana yang tertib dan penuh antusias. Para ibu hamil dan orang tua balita tampak aktif mengikuti setiap tahapan pelayanan, mulai dari proses pendaftaran, penimbangan, pengukuran antropometri, hingga sesi edukasi dan konsultasi kesehatan. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak.

Partisipasi mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut tidak hanya membantu kelancaran pelayanan Posyandu, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Gampong Cut Langien. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan semangat baru sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.

Ketua Kelompok KKN USK Kelompok 11, Ari Maulana, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu menjadi pengalaman berharga karena dapat belajar langsung mengenai pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada desa.

“Kami bersyukur dapat ikut berkontribusi membantu kegiatan Posyandu di Gampong Cut Langien. Bagi kami, KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat, memperkuat semangat kolaborasi, serta mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dini,” ujar Ari Maulana.

Ari menambahkan, keterlibatan lintas disiplin ilmu dalam kegiatan KKN menjadi kekuatan tersendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dirinya  percaya bahwa pengabdian yang baik adalah ketika ilmu yang kami miliki dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan pemerintah desa merupakan langkah penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, serta bebas dari stunting. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi Gampong Cut Langien,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan ibu hamil dan pentingnya pemeriksaan antropometri semakin meningkat. Dengan pemantauan pertumbuhan yang dilakukan secara rutin melalui Posyandu, risiko stunting maupun permasalahan gizi lainnya dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih efektif.

Kegiatan Posyandu tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa KKN USK Kelompok 11 dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui edukasi, pendampingan, serta kolaborasi bersama pemerintah desa dan tenaga kesehatan demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.