Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler Angkatan XXIX Kelompok 38 Universitas Syiah Kuala melakukan aksi bersih-bersih dan pengecatan di kompleks Makam Keramat Teungku Haji Panglima Nyan Doeng, Desa Mee Peuduek, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya.
Ketua Kelompok 38, Muhammad Raju Raphes Yusida, mengatakan kegiatan ini difokuskan untuk merawat situs sejarah yang menjadi identitas masyarakat setempat. Menurutnya, kepedulian terhadap warisan leluhur harus terus dijaga oleh generasi muda, terutama saat berada di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian situs sejarah, budaya, dan nilai-nilai religius yang menjadi bagian dari warisan masyarakat setempat,” ujar Raju, Jumat, 7 Agustus 2026.
Teungku Haji Panglima Nyan Doeng merupakan tokoh pejuang asal Pante Geulima, Meureudu, yang dikenal dengan keberaniannya melawan penjajahan di tanah Aceh. Hingga kini, makam tersebut tidak hanya dihormati sebagai situs sejarah dan cagar budaya, tetapi juga masih sering dikunjungi warga yang datang berziarah, bernazar, atau melepas hajat secara turun-temurun.
Raju menambahkan, pemeliharaan kawasan makam ini mendesak dilakukan agar para peziarah dapat datang dengan rasa nyaman, tanpa mengurangi nilai kesakralan situs tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga warisan sejarah, serta menjadikan makam ini tetap terawat sebagai sarana edukasi bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya.