Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa KKN USK Bantu Rehabilitasi Permukiman Pascabanjir Bandang di Pidie Jaya

Mahasiswa mengikuti KKN melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan aksi pemulihan pascabencana hidrometeorologi banjir bandang dari tanggal 6 – 20 Juli 2026 di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan ini difokuskan pada rehabilitasi saluran irigasi, pembersihan fasilitas umum guna mendukung percepatan pemulihan aktivitas masyarakat serta pengujian sampel sedimen tanah hasil banjir bandang 26 November 2025 lalu yang terdapat di lokasi pengabdian.

Pelaksanaan kegiatan ini berada di bawah bimbingan, DPL Dr. Ahmad Nubi Gadeng, S.Pd., M.Pd. dari Departemen Pendidikan Geografi, FKIP USK, di dampingi Khairun Purgawa, S.P. dari Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian USKM.P., Prof. Dr. Drs. Ramli Gadeng, M.Pd dari Departemen Pendidikan Bahasa Indonesia.

Kegiatan ini juga  mendapat dukungan penuh dari Keuchik Gampong Meunasah Bie, H. Helmi, S.H., beserta seluruh perangkat gampong dan 30 Mahasiswadari Departemen Pendidikan Geografi, FKIP USK dengan diketuai oleh M. Afkar Mudhaffar. Kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah gampong, dan masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di empat titik lokasi yang terdampak banjir dengan melibatkan mahasiswa PKM USK, dosen pembimbing lapangan, pemerintah gampong, serta masyarakat setempat. Program ini menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung penanganan dampak bencana sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan.

Pada titik pertama, mahasiswa bersama masyarakat mengoptimalisasi saluran irigasi menuju lahan pertanian warga. Tujuan kegiatan ini dilakukan agar banjir tidak Kembali terjadi di masyarakat Gampong Meunasah Bie ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, mengingat sebelum optimalisasi saluran irigasi ini dilakukan, masyarakat merasakan kembali banjir susulan seperti yang terjadi pada beberapa bulan yang lalu.

Pintu air tersebut dibangun untuk mengatur distribusi air secara lebih efektif sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus meminimalkan potensi genangan pada musim penghujan.

Selanjutnya, pada titik kedua dan ketiga dilakukan pengerukan saluran parit warga yang tertimbun material lumpur dan tanah akibat banjir. Proses normalisasi saluran dilakukan secara kolaboratif dengan bantuan alat berat berupa excavator mini serta gotong royong mahasiswa PKM bersama masyarakat. Upaya tersebut bertujuan mengembalikan fungsi drainase agar aliran air kembali lancar dan mengurangi risiko terjadinya banjir di kemudian hari.

Sementara itu, pada titik keempat mahasiswa PKM turut membantu pembersihan lingkungan MIN 2 Pidie Jaya yang terdampak banjir. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan material sisa banjir dan penataan kembali lingkungan sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman, bersih, dan aman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menumbuhkan semangat kepedulian sosial, gotong royong, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat peran Universitas Syiah Kuala dalam mendukung pembangunan daerah melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan PKM USK, Dr. Ahmad Nubi Gadeng, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, melalui program PKM ini, USK ingin mendorong mahasiswa agar tidak hanya menguasai ilmu secara akademik, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi.

“Kami berharap kolaborasi yang terjalin antara USK, pemerintah gampong, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar bapak Ahmad Nubi Gadeng.

Ketua Tim Mahasiswa PKM BGB Universitas Syiah Kuala, Muhammad Afkar Mudhafar, menyampaikan bahwa program pemulihan yang dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Dirinya berharap, program kerja ini dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Gampong Meunasah Bie.

“Semoga berbagai upaya yang telah dilaksanakan, mulai dari pembangunan pintu air, normalisasi saluran irigasi, hingga pembersihan fasilitas umum, dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta mendukung proses pemulihan pascabencana secara optimal,” ujar Afkar.