Universitas Syiah Kuala (USK) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Community Development Nasional kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui program pengelolaan sampah dan mitigasi banjir berbasis sekolah dan komunitas di Desa Pulo Reudeup, Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini berlangsung sejak 2 hingga 16 Mei 2026.
Mengusung tema “Program Siaga Bencana Berbasis Lingkungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Komunitas Sekolah”, program tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara dosen pembimbing, mahasiswa KKN, pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan desa terhadap ancaman banjir berulang sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Program ini diketuai oleh Wira Dharma bersama tim pelaksana M. Ridha Siregar, Ahmad Nizam, Nevi Hasrati, dan Nabilah. Mahasiswa KKN terlibat aktif sebagai fasilitator edukasi, pendamping lapangan, hingga pelaksana monitoring dan evaluasi kegiatan dengan pendekatan multidisipliner.
Desa Pulo Reudeup dipilih karena merupakan salah satu wilayah yang kerap menghadapi banjir hidrometeorologi. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan genangan, tetapi juga memicu peningkatan timbulan sampah rumah tangga, penyumbatan drainase, serta rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN menjadikan sekolah sebagai pusat perubahan perilaku masyarakat. Edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik dilakukan secara intensif, disertai penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pembentukan kader lingkungan sekolah, hingga pendampingan pembentukan bank sampah sebagai mekanisme insentif ekonomi sederhana bagi masyarakat.
Untuk mendukung perubahan tersebut, mahasiswa turut menghadirkan sarana tepat guna seperti kandang tempat sampah besi, unit bank sampah botol, komposter drum, serta instalasi biopori di sejumlah titik rawan genangan. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya membantu pengelolaan sampah menjadi lebih tertib, tetapi juga menjadi bagian dari strategi teknis dalam mengurangi beban saluran drainase dan meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan.
Pada aspek pemberdayaan masyarakat, mahasiswa juga memberikan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk lahan produktif desa. Pendekatan tersebut membuka perspektif baru bahwa sampah dapat menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus mendukung pemulihan lingkungan pasca bencana.
Selain itu, program ini turut memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi desa siaga bencana. Pelatihan penyusunan tas darurat keluarga, simulasi respon banjir, hingga demonstrasi penyaringan air bersih dilakukan guna meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi situasi darurat secara lebih cepat dan terencana.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN berperan sebagai motor penggerak perubahan melalui pendampingan intensif, pengumpulan data, monitoring operasional bank sampah, hingga evaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat. Hal tersebut menjadi wujud nyata implementasi tridharma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.