Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa KKN Kebencanaan USK Berikan Dukungan Psikososial bagi Anak Korban Banjir di Bireuen

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemulihan kondisi mental dan emosional anak-anak korban banjir bandang di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, melalui kegiatan dukungan psikososial.

Sebanyak sembilan mahasiswa lintas jurusan yang tergabung dalam KKN Kebencanaan USK hadir di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga berperan aktif sebagai mitra masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana. Salah satu fokus utama kegiatan mereka adalah pemberian dukungan psikososial kepada anak-anak yang terdampak banjir.

Kegiatan dukungan psikososial ini dipusatkan di posko KKN Kebencanaan USK dengan menghadirkan berbagai permainan psikososial, aktivitas edukatif, serta sesi belajar bersama anak-anak. Melalui suasana yang aman, ramah, dan menyenangkan, mahasiswa berupaya membantu anak-anak mengurangi rasa takut, kecemasan, serta tekanan mental akibat bencana, sekaligus mengembalikan keceriaan dan semangat mereka.

Koordinator Kelompok KKN Kebencanaan USK, Firdaus, menyampaikan bahwa perhatian terhadap kondisi psikologis anak menjadi prioritas utama karena anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak bencana.

“Anak-anak tidak hanya merasakan dampak banjir secara fisik, tetapi juga secara psikologis. Melalui kegiatan dukungan psikososial di posko KKN, kami ingin membantu anak-anak kembali merasa aman, nyaman, dan ceria,” ujar Firdaus.

Selain memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak, mahasiswa KKN Kebencanaan USK juga aktif melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat Desa Balee Panah. Bersama warga, mereka membersihkan lingkungan desa, fasilitas umum, serta sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan lumpur.

Firdaus menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan dilaksanakan dengan semangat pengabdian.

“Kami berusaha hadir dan menyatu dengan masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Keuchik Desa Balee Panah mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Kebencanaan USK yang dinilai membawa dampak positif bagi proses pemulihan desa, khususnya bagi anak-anak.

“Kegiatan dukungan psikososial ini sangat membantu warga kami. Anak-anak terlihat kembali ceria dan bersemangat setelah mengikuti kegiatan di posko KKN,” ujarnya.

Melalui program KKN Kebencanaan tahun 2026, mahasiswa USK menunjukkan peran sebagai agen perubahan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, kesehatan mental anak, serta penguatan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.