Mahasiswa Ilmu Ekonomi USK Edukasi Penanganan Stunting di Sabang

Mahasiswa kelas kerja sama pada program studi Magister Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (MIE FEB USK) melakukan kunjungan lapangan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sabang, pada 29 Agustus 2022. Kunjungan bertujuan  untuk sharing knowlegde mengenai strategi penanganan penurunan prevalensi stunting di Kota Sabang.

Adapun peserta kegiatan Karyasiswa Bappenas dari angkatan Tahun 2021 tersebut terdiri atas enam mahasiswa dan Kaprodi MIE FEB USK yaitu Dr. Suriani, SE., MSi.

Sekretaris Bappeda Kota Sabang Ismail, ST dalam pertemuan tersebut menjelaskan, Kota Sabang memiliki program Geunaseh (Gerakan untuk Anak Sehat) sebagai inovasi dalam percepatan penurunan prevalensi stunting. Program ini diluncurkan pada 8 April 2019 dan mendapat dukungan dari UNICEF.

Melalui program Geunaseh, Kota Sabang berhasil menjadi salah satu wilayah dengan angka stunting terendah di Aceh, dengan prevalensi stunting sebesar 13 persen pada Agustus 2021.

 Dalam program ini, setiap anak di Kota Sabang akan mendapatkan bantuan langsung sebesar Rp150.000/ anak setiap bulan, untuk anak usia 0-6 tahun. Bantuan tersebut ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan asupan gizi  anak, tidak melihat dari status sosial latar belakang keluarga.

“Stunting bisa terjadi pada setiap anak, orang kaya atau orang miskin beresiko stunting, ada pejabat di sini yang anaknya juga stunting,” ucap Ismail.

Selain itu, program Geunaseh juga memiliki dampak pada perekonomian Kota Sabang. Di mana ada sekitar 600-800 juta per bulan uang dari program ini yang disalurkan ke masyarakat, sehingga mereka akan belanja dan itu mendorong perputaran ekonomi di Kota Sabang.

“Dampak positif lainnya adalah terjadi peningkatan kunjungan di posyandu dan peningkatan cakupan akte lahir anak,” ucapnya.

Geunaseh ini punya tujuan besar yaitu untuk memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya pemenuhan asupan gizi anak. Ini perlu jangka panjang, bisa dua sampai tiga generasi selanjutnya.

Oleh karena itu, Ismail mengungkapkan, untuk mencapai tujuan tersebut tentunya perlu kerja sama seluruh pihak, termasuk tokoh masyarakat untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh, serta komitmen pemerintah daerah untuk konsisten dalam pelaksanaan dan evaluasi program Geunaseh.

“Diharapkan program Geunaseh dapat menjadi percontohan bagi daerah lain sehingga dapat memperbaiki kualitas anak Indonesia,” ujarnya.

Leave a Reply