Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Juara I (1st Winner) pada ajang Scientific Poster Competition dalam kegiatan Scientific Research and Academic Competition (SARCOMA) 2026 yang diselenggarakan oleh Asian Medical Students’ Association – Universitas Syiah Kuala (AMSA USK). Banda Aceh, (15 Februari 2026)
Dalam kompetisi tersebut, tim FK USK mempresentasikan karya ilmiah berjudul “What is the Most Effective Screening Test for Cervical Precancer? A Network Meta-Analysis of Diagnostic Accuracy for CIN2+.” Penelitian ini mengkaji metode skrining kanker serviks yang paling efektif di tengah beragamnya pendekatan deteksi dini yang digunakan saat ini.
Sebagaimana diketahui, standar skrining yang direkomendasikan WHO adalah metode berbasis HrHPV DNA. Namun dalam praktiknya, sebagian perempuan masih menggunakan metode berbasis sitologi seperti Liquid-Based Cytology (LBC) maupun Pap smear. Selain itu, berkembang pula metode co-testing melalui kombinasi HrHPV DNA dengan Pap smear atau HrHPV DNA dengan LBC, serta inovasi skrining berbasis molekuler lainnya seperti HPV urine, HPV mRNA, hingga metode self-sampling HPV DNA.
Melalui pendekatan systematic review dan network meta-analysis, tim FK USK mengintegrasikan berbagai bukti ilmiah mutakhir untuk membandingkan akurasi diagnostik metode-metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang paling efektif untuk skrining kanker serviks adalah Liquid-Based Cytology (LBC) dan HPV berbasis DNA.
Tim peneliti terdiri dari empat mahasiswa FK USK, yaitu Achmad Fayyadh, Muhammad Faridha, Muhammad Haris’t, dan Farissa Husna Dzakirah. Mereka menyoroti tingginya angka kejadian kanker serviks secara global, termasuk di Indonesia yang mencatat lebih dari 36.000 kasus dengan lebih dari 21.000 kematian setiap tahunnya. Angka tersebut menunjukkan urgensi penguatan strategi deteksi dini berbasis bukti ilmiah.
“Penelitian ini kami susun sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Kanker serviks masih menjadi penyebab kematian yang tinggi, dan Indonesia berada di peringkat ketiga dunia dalam jumlah kasus terbanyak,” ujar Achmad Fayyadh mewakili tim usai pengumuman pemenang.
Prestasi ini mendapat apresiasi dari Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FK USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., menilai capaian tersebut sebagai wujud keunggulan akademik sekaligus kepekaan sosial mahasiswa terhadap isu kesehatan nasional dan global.
Apresiasi senada disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc. Ia menyebut bahwa prestasi pada ajang nasional seperti SARCOMA 2026 menjadi bukti kualitas pembinaan kemahasiswaan USK.
Dalam kompetisi tersebut, tim FK USK bersaing dengan delegasi dari berbagai universitas ternama di Indonesia seperti Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan Universitas Jember. Capaian ini semakin menegaskan daya saing dan kualitas akademik mahasiswa FK USK di tingkat nasional.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan komitmen Fakultas Kedokteran USK dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan partisipasi aktif mahasiswa di forum akademik nasional maupun internasional. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan menghadirkan kontribusi ilmiah yang berdampak luas bagi masyarakat.