Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) di kancah internasional. Tim mahasiswa FK USK berhasil meraih Juara I (1st Winner) pada kategori Video Educational Competition dalam ajang WORLD (Global Student Awards for Health) X GALAXY 3.0, sebuah kompetisi ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi dan hasil penelitian di bidang kesehatan.
Prestasi tersebut diraih melalui karya berjudul “What’s Invisible About Refugee Healthcare?”, sebuah video edukasi yang mengangkat sisi-sisi yang selama ini luput dari perhatian dalam sistem pelayanan kesehatan bagi para pengungsi.
Tim peneliti terdiri atas tiga mahasiswa FK USK, yaitu Muhammad Haris’t selaku ketua tim, Muhammad Faiz Akbar, dan Rais Aulia. Melalui video tersebut, mereka menjelaskan bahwa layanan kesehatan bagi pengungsi bukan hanya berkaitan dengan pelayanan medis kepada individu, tetapi juga melibatkan sistem besar yang bekerja di balik layar, mulai dari pendanaan, distribusi logistik obat, pelacakan data kesehatan lintas negara, koordinasi ribuan tenaga kemanusiaan, hingga berbagai tantangan yang kini mengancam keberlanjutan sistem tersebut.
Dikemas dengan konsep visual layaknya “X-ray” yang memperlihatkan mekanisme tersembunyi di balik pelayanan kesehatan, video tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan pengungsi bukan sekadar memastikan mereka bertahan hidup, tetapi juga menjaga sistem kemanusiaan global tetap berjalan.
Ketua tim, Muhammad Haris’t, mengatakan karya tersebut lahir dari kepedulian terhadap jutaan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan akibat konflik, bencana, maupun berbagai krisis kemanusiaan lainnya.
“Video kami, ‘The Invisible Clinic’, berbicara tentang sesuatu yang jarang disorot—bukan wajah pengungsi, tetapi sistem tak terlihat yang menjaga mereka tetap hidup. Dari logistik obat, data kesehatan lintas negara, sampai ribuan tenaga kemanusiaan yang bekerja tanpa sorotan kamera. Kini, sistem itu sendiri sedang menghadapi ancaman. Video ini merupakan undangan untuk melihat lebih dalam dan menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga sistem tersebut,” ujarnya.
Menurut Haris’t, video tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, maupun pengembang teknologi kesehatan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih inklusif, adaptif, dan tangguh, khususnya dalam konteks penanganan krisis kemanusiaan.
Atas capaian tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, menyampaikan apresiasi kepada tim mahasiswa yang telah mengharumkan nama USK di tingkat internasional.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa USK tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi berbasis riset dan kreativitas terhadap isu-isu kesehatan global. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di forum internasional,” ujar Dr. Rina.
Ajang WORLD (Global Student Awards for Health) X GALAXY 3.0 diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dunia yang menampilkan inovasi dan penelitian terbaik di bidang kesehatan. Persaingan yang ketat menjadikan penghargaan Juara I pada kategori Video Educational Competition sebagai bukti kualitas akademik, kreativitas, kemampuan riset, serta daya saing mahasiswa Fakultas Kedokteran USK di tingkat internasional.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat komitmen USK dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan pengembangan potensi mahasiswa agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat global.