Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim FK USK yang terdiri dari Efan Andriansyah Dasopang dan Ardiles Siregar berhasil meraih Juara 2 Nasional pada ajang Lambung Mangkurat Medical Pharmacology Championship (LUMOS) 2025, yang diselenggarakan oleh Universitas Lambung Mangkurat pada 3–4 Oktober 2025.
Kompetisi LUMOS merupakan ajang ilmiah bergengsi di bidang farmakologi yang mempertemukan mahasiswa kedokteran terbaik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dalam perlombaan ini, para peserta diuji melalui serangkaian tahapan yang mengasah kemampuan klinis, penalaran ilmiah, serta pemahaman komprehensif terhadap ilmu farmakologi mulai dari mekanisme kerja obat hingga penerapannya dalam pengambilan keputusan klinis yang aman dan rasional.
Dengan mengusung tema “Synergy in Pharmacology”, LUMOS 2025 menekankan pentingnya sinergi antara teori dasar farmakologi dan praktik klinis. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia kedokteran modern, di mana seorang dokter harus mampu mengintegrasikan pemahaman ilmiah dengan penerapan klinis dalam menghadapi kasus pasien yang kompleks.
Ketua tim, Ardiles Siregar, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi tersebut.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Perjalanan kami penuh tantangan, tetapi dengan kerja keras, kekompakan, dan dukungan dari dosen serta teman-teman, kami bisa memberikan hasil terbaik. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa FK USK lainnya untuk terus berprestasi dan berani berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FK USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FK USK memiliki kualitas akademik dan kemampuan ilmiah yang kompetitif di tingkat nasional.
“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Efan dan Ardiles. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa FK USK tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya dengan baik di lapangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Rina menambahkan bahwa kompetisi seperti LUMOS berperan penting dalam membangun kapasitas mahasiswa kedokteran dalam berpikir ilmiah dan menerapkan prinsip pharmacovigilance. “Pemahaman farmakologi yang kuat menjadi kunci bagi seorang dokter untuk menentukan terapi yang aman dan efektif bagi pasien,” ujarnya.
Prestasi tim FK USK ini menambah deretan panjang pencapaian mahasiswa Universitas Syiah Kuala di kancah nasional. FK USK terus berkomitmen untuk menumbuhkan semangat ilmiah, integritas, dan profesionalisme di kalangan mahasiswa agar siap menjadi dokter yang kompeten, berdaya saing, dan berorientasi pada kemanusiaan.