Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa FK USK Kampanyekan Pencegahan Kekerasan dalam Hubungan lewat Program aROSE

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) yang tergabung dalam SCORP dan SCORA CIMSA FK USK menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk aROSE: a Rising of Speaking Up to Elevate Women dalam rangka memperingati International Women’s Day. Kegiatan ini mengusung tema “Pelarangan dan Pencegahan Kekerasan dalam Hubungan” dan dilaksanakan pada 14, 16, dan 28 Februari 2026. 

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran perempuan untuk berani bersuara sekaligus memperkuat upaya pencegahan kekerasan dalam hubungan.

Rangkaian kegiatan aROSE menyoroti kompleksitas aspek hukum dan medis yang berkaitan dengan kekerasan dalam hubungan melalui tiga agenda utama, yakni pra-pelatihan, ground campaign, dan acara puncak (The Day). Setiap kegiatan dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta, khususnya mahasiswa kedokteran sebagai calon tenaga kesehatan, mengenai peran mereka dalam mengenali, menangani, serta mencegah kasus kekerasan dalam hubungan.

Project Officer kegiatan, Alisha Irdina Syahyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga menekankan pentingnya membangun empati terhadap penyintas.
“Kami ingin peserta memahami bahwa tenaga medis memiliki peran penting dalam mengenali, menangani, dan mendukung korban kekerasan dalam hubungan. Melalui aROSE, kami berharap mahasiswa kedokteran dapat lebih siap berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman bagi penyintas,” ujarnya.

Pada 16 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan ground campaign yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dalam kampanye tersebut, anggota dan relawan membagikan informasi edukatif mengenai isu relationship abuse kepada pengunjung, meluruskan berbagai mitos dan kesalahpahaman yang masih berkembang di masyarakat, serta menekankan pentingnya empati dan dukungan bagi korban sebagai langkah penting untuk menghapus stigma dan diskriminasi.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada 28 Februari 2026 melalui sesi talkshow yang menghadirkan narasumber dari Flower Aceh dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Talkshow ini menghadirkan Riswati, S.Pd.I. dan Athaya Rumaisha, S.H., yang memaparkan penanganan korban kekerasan dalam hubungan dari perspektif sosial dan hukum.

Dalam sesi tersebut, para relawan mempelajari langkah-langkah penanganan korban, tindakan darurat yang dapat dilakukan ketika berada dalam situasi kekerasan, serta pemahaman mengenai aturan hukum yang berkaitan dengan kasus kekerasan dalam hubungan. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion yang mendorong partisipasi aktif relawan dalam membahas berbagai kasus serta melakukan refleksi bersama.

Kegiatan ini juga disertai aktivitas merangkai bunga sebagai simbol perayaan Hari Perempuan Internasional sekaligus bentuk solidaritas terhadap perjuangan perempuan dalam menghadapi berbagai bentuk kekerasan dan ketidakadilan.

Melalui kegiatan aROSE: a Rising of Speaking Up to Elevate Women, para peserta diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik untuk mendukung korban agar berani bersuara. Program ini sekaligus menegaskan bahwa upaya penanganan kekerasan dalam hubungan merupakan tanggung jawab bersama antara tenaga medis dan masyarakat.

“Kami percaya setiap perempuan berhak atas suaranya. Ketika suara itu didengar dan didukung, maka langkah menuju perubahan nyata dapat tercipta,” tambah Alisha.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://linktr.ee/totosuper.com https://linktr.ee/sbopoker.com https://about.me/totosuper https://about.me/totokls https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn https://heylink.me/totosuper.site https://erkan.org/ https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/ https://aheartfulloflove.com/service