Universitas Syiah Kuala (USK) mengajak mahasiswa baru untuk menginternalisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), sebagai fondasi karakter positif. Hal ini disampaikan dalam sesi Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU) di Gedung AAC Dayan Dawood, Selasa, 12 Agustus 2025.
Plt. Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Aceh, Andie Saputra, S.H., CRMO menyampaikan, pentingnya gerakan ini dalam membentuk individu yang berintegritas dan berdaya saing.
Andie menjelaskan, bahwa GNRM bukanlah hal baru. Gerakan ini pertama kali dicetuskan oleh Soekarno-Hatta pada 1957 untuk menggembleng manusia berhati putih, berkemauan baja, dan bersemangat. Revolusi mental ini kemudian diwujudkan kembali melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016.
“Tujuannya adalah membangun manusia Indonesia yang memiliki karakter positif, berintegritas, dan berdaya saing, dengan berlandaskan pada empat pilar bangsa: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan lima program utama GNRM, yaitu gerakan Indonesia Bersih, Melayani, Tertib, Mandiri, dan Bersatu. Kelima program ini, menurutnya, harus diimplementasikan sejak dini oleh para mahasiswa.
“Nanti setelah kuliah empat atau lima tahun, kalian akan memperebutkan satu tempat kerja. Di sanalah daya saing itu diuji, bagaimana kalian berkompetisi secara sehat dan positif,” jelas Andie.
Penerapan integritas di lingkungan kampus dapat diwujudkan dalam banyak konteks, seperti menghindari kecurangan akademik, menjaga kejujuran dalam berinteraksi, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan. Andie secara khusus menyoroti bahaya plagiarisme.
“Tidak melakukan plagiat, karena kecurangan dalam skripsi itu bisa terlihat. Ada aplikasinya,” tegasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kualitas belajar tidak hanya secara formal, tetapi juga informal, karena hal tersebut sangat bermanfaat untuk kesuksesan di masa depan.
Menutup sesi, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., selaku moderator, menguatkan pesan tersebut. “Kita ingin revolusi mental dimulai dari sekarang, dari kalian. Jangan nanti saat jadi pejabat atau ASN baru berubah. Di masa kuliah idealnya minta ampun, tapi saat jadi pejabat berubah,” tuturnya.
Pesan ini menjadi pengingat bagi mahasiswa baru, untuk menjaga idealisme dan integritas sejak awal masa perkuliahan.