
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Unsyiah menyelenggarakan sosialisasi pengenalan perpustakaan kepada mahasiswa untuk jalur SNMPTN, SBMPTN maupun jalur UMB. Saat ini pengenalan tersebut lebih dulu dilakukan kepada jalur SNMPTN 2016, Senin (6/6).
Taufiq Abdul Gani, Kepala Perpustakaan Unsyiah mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada para mahasiswa baru tentang berbagai macam fasilitas perpustakaan dan bagaimana cara menggunakannya semua fasilitas dan layanan.
“Tahun ini kami mengenalkan aplikasi baru yaitu UILIS APP, yaitu Aplikasi Android untuk pencarian buku lewat OPAC dan mambaca skripsi tugas akhir secara full-text dan dapat diinstall lewat Google Play Store,” sebutnya.
Ditambahkan tahun sebelumnya pemateri dalam kegiatan ini adalah hanya pustakawan, namun tahun ini dibantu oleh mahasiswa yang sudah dinobatkan menjadi Duta Baca Unsyiah. Para Duta baca ini menjadi ikon untuk menarik minat mahasiswa unsyiah untuk beraktifitas di perpustakaan.
Muhammad Ichsan Maulana Duta Baca Unsyiah menyebutkan Perpustakaan Unsyiah ini merupakan salah satu perpustakaan terbaik yang ada di Indonesia yang sudah bersertifikasi ISO. Jika anak baru yang ingin melihat perpustakaan-perpustakaan modern yang ada di luar negeri, hal itu tidak perlu karena perpustakaan Unsyiah juga sudah memiliki sertifikat internasional.
“Saya memiliki rasa bangga tersendiri bisa membantu pustakawan dalam mengenalkan perpustakaan kepada mahasiswa baru,” katanya.
Para mahasiswa baru sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut terlihat dari rasa ingin tahu akan berbagai fasilitas perpustakaan saat mengikuti alur demi alur kegiatan pengenalan perpustakaan. Mereka merasa takjub melihat suasana di UPT.Perpustakaan Unsyiah.
Ruaida, mahasiswi baru fakultas pertanian mengatakan bahwa perpustakaan seperti ini baru pertama kali ia lihat, dimana sangat berbeda dengan perpustakaan yang ada disekolahnya. Fasilitas yang diberikan perpustakaan seperti peminjaman dan pengembalian mandiri, koleksi buku, wifi, ruangan ber-AC, suasana yang bersih dan nyaman pun membuat ia sangat kagum.
“Saya akan terus berkunjung ke perpustakaan ini dan saya memiliki misi untuk menjadi the next duta baca perpustakaan unsyiah”ungkapnya.
Sama halnya dengan Ruaida, mahasiswa baru pendidikan dokter, Qatrul Mubarrak merasa takjub dengan perpustakaan Unsyiah. Ia berpendapat bahwa perpustakaan Unsyiah adalah perpustakaan terbaik di Aceh. Dengan koleksi buku yang terbilang memadai, dan sistem komputerisasi yang modern, membuat ia termotivasi untuk selalu datang ke perpustakaan.
“Nuansa di perpustakaan sangat bagus untuk perkembangan pembelajaran, nantinya saya setiap hari akan berkunjung ke perpustakaan ini”, tandasnya. [mr]