Universitas Syiah Kuala

LPPM USK Luncurkan Model Desa Sehat untuk Cegah Penyakit Ginjal Kronis di Aceh

Tim Community Development Nasional Provinsi Aceh EQUITY Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala (USK) meluncurkan program Model Desa Ginjal Sehat Berbasis Skrining Ultrasonografi dan Edukasi Preventif di Puskesmas Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. (25 Juni 20226)

Program yang berlangsung pada 25 Juni hingga 11 Juli 2026 ini merupakan bentuk nyata kontribusi USK dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit ginjal kronis melalui edukasi masyarakat, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta deteksi dini berbasis ultrasonografi (USG).

Ketua kegiatan, dr. Teuku M. Yus, Sp.Rad, menjelaskan bahwa program tersebut didanai melalui skema Equity World Class University (WCU) USK yang dikelola oleh LPPM USK. Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh Wakil Ketua Drs. Zulfitri, M.Biomed., bersama tim multidisiplin dari Fakultas Kedokteran USK.

“Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat dalam pencegahan masalah ginjal kronis yang cukup tinggi di Aceh,” ujar dr. Teuku M. Yus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan intensif bagi bidan, perawat Puskesmas Indrapuri, serta kader Posyandu pada 25–27 Juni 2026. Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mengenali gejala awal penyakit ginjal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dalam pelatihan tersebut, sejumlah pakar dari Fakultas Kedokteran USK memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Materi mengenai pentingnya deteksi dini penyakit ginjal melalui skrining USG disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria, Sp.Rad(K), selaku Ketua Program Studi Radiologi FK USK, bersama Kepala Departemen Radiologi FK USK, dr. Nurhayani Dwi Susanti, Sp.Rad(K).

Sementara itu, Dr. rer. nat. Muhsin, Sp.PD membawakan materi mengenai penanganan penyakit ginjal, sedangkan edukasi pola makan sehat diberikan oleh dr. Iflan Nauval, M.Sc.I.H., Sp.GK. Materi mengenai pencegahan kanker dan penanganan bedah turut disampaikan oleh dr. Rima Novirianty, Sp.Onk.Rad dan dr. Nanda Subhan, Sp.B. Sebagai bahan edukasi lanjutan, seluruh peserta juga memperoleh Buku Saku Panduan Ginjal Sehat yang dapat dimanfaatkan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Kepala Puskesmas Indrapuri, dr. Aidil Fitria, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan tenaga kesehatan di lapangan dan mudah dipahami sehingga dapat langsung diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Dukungan juga datang dari pemerintah kecamatan. Camat Indrapuri, Azhar, S.Sos., berharap program tersebut dapat diperluas hingga menjangkau seluruh desa di wilayah Kecamatan Indrapuri.

“Ini adalah langkah nyata yang sangat luar biasa untuk menyentuh langsung kebutuhan mendasar warga kami. Kami sangat berharap kegiatan serupa tidak berhenti di sini saja, melainkan bisa dilaksanakan merata di seluruh wilayah Kecamatan Indrapuri,” katanya.

Hal senada disampaikan Keuchik Indrapuri yang menyatakan kesiapan pemerintah gampong untuk mendukung keberlanjutan program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini.

Sebagai salah satu agenda utama, tim pengabdian juga menggelar skrining USG ginjal gratis pada Sabtu, 4 Juli 2026. Sebanyak 53 warga dari berbagai gampong mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit ginjal.

Pemeriksaan dilakukan langsung oleh Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria, Sp.Rad(K), dr. Nurhayani Dwi Susanti, Sp.Rad(K), dan dr. Teuku M. Yus, Sp.Rad. Kegiatan tersebut turut melibatkan empat dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Radiologi FK USK serta 10 mahasiswa Pendidikan Dokter FK USK yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.