Kuliah Perdana JTMI FT USK Hadirkan Profesor Universitas Georgia

Kuliah perdana Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala menghadirkan dosen tamu secara daring yaitu Profesor Ramana Pidaparti dari Universitas Georgia Amerika Serikat dengan Tema: Lecture Speech: Introduction to Mechanical Application Industry Pra and Post the Covid-19 Pandemic. (Banda Aceh, 15 Februari 2021).

Kuliah perdana secara daring tersebut dihadiri sekitar 176 Peserta baik dosen maupun mahasiswa yang terdiri dari beberapa kampus di Aceh seperti Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh Barat, Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Lhokseumawe, dan Universitas Samudera (UNSAM) Langsa.

Wakil Dekan I FT USK Dr. Iskandar, ST, M.Eng.Sc saat membuka kegiatan ini menyampaikan, kuliah tamu seperti ini sangat baik untuk bertukar informasi dan menambah wawasan para dosen dan mahasiswa sebagai insan akademik yang selalu mengembangkan teknologi dan Inovasi.

Menurutnya, Teknik Mesin adalah ilmu yang sangat mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Ruang lingkupnya sangat luas termasuk otomotif, robotika, energi hingga ekonomi industri dan teknologi kesehatan. Desain adalah proses paling dasar dalam teknik mesin dan merupakan landasan dari inovasi. Sedangkan inovasi adalah penggerak ekonomi.

Apalagi di  masa sekarang ini, kita dihadapi dengan banyak persoalan modren yang membutuhkan inovasi. Dr. Iskandar pun mengutip Albert Einstein, yang mengatakan “Permasalahan tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan cara berpikir yang menyebabkan masalah tersebut”.

“Karena itu inovasi-inovasi unggulan dari para Mechanical Engineer sangat dibutuhkan,” ucapnya.

Prof. Pidaparti mengungkapkan, National Academy of Engineering (NAE) yaitu sebuah lembaga non-profit dan non-pemerintah di Amerika Serikat yang bergerak di bidang engineering termasuk pendidikan teknik, pernah mengumpulkan dan mempublikasikan tantangan untuk para engineer masa depan bertajuk “Grand Challenges for the 21st Century”.

Daftar tantangan tersebut adalah mengekonomiskan energi surya, pengembangan energi fusi,  mengembangkan metode penguraian karbon, mengelola siklus nitrogen, ketersediaan air bersih, memulihkan dan meningkatkan infrastruktur kota.

Lalu memajukan informatika kesehatan, merekayasa obat yang lebih baik, rekayasa-balik (reverse-engineering) otak,  mencegah teror nuklir, meningkatkan keamanan dunia maya, meningkatkan kelayakan Virtual Reality,  memajukan personalisasi belajar, dan merekayasa sarana penemuan ilmiah.

Di antara ke-14 ini, Prof. Pidaparti memberikan catatan khusus ke personalisasi belajar (personalized learning).

“Ini sangat penting karena setiap orang dan terutama siswa belajar dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan karakteristik psikologis dan budayanya,” ucapnya.

Selanjutnya, Prof Pidaparti mempresentasikan contoh hasil tugas-tugas desain mahasiswa tingkat S1-nya, termasuk di antaranya ialah desain Moon Buggy, homeless shelter, miniatur pesawat terbang, desain tempat tidur operasi medis yang terjangkau, dan permainan edukasi (educational games) yang melibatkan mahasiswa dari jurusan kesenian.

Pada kesempatan ini Ketua JTMI FT USK Bpk Dr. Irwansyah, ST, M.Eng mengatakan, JTMI FT USK melakukan kuliah tamu ini dalam rangka mendukung implementasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Tinggi Indonesia yang baru, yang dikenal Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Empat poin utama yang ditekankan dalam kebijakan ini adalah, membuka pendekatan baru program studi, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi negeri berbasis hukum, dan hak mahasiswa untuk menempuh studi selama tiga semester di luar program studi di universitasnya.

Menurutnya, untuk memenuhi misi tersebut JTMI FT USK mengupayakan kerjasama baru dengan perguruan tinggi yang lebih mapan di tingkat nasional dan internasional.

Dalam program ini mahasiswa didorong untuk mengambil manfaat seperti kebebasan mengambil Kredit Semester, yang mengacu pada program studi masing-masing di kampus lain.

“Kami juga mempromosikan suasana baru bagi mahasiswa, untuk merasakan lingkungan kelas internasional dengan dosen dan peneliti kelas dunia,” pungkasnya.

Leave a Reply