Humas – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit 01 Universitas Syiah Kuala yang terdiri dari mahasiswa Unsyiah menggelar donor darah dan santunan untuk anak talasemia dalam rangka Celebration of World Blood Donor’s Day. Peringatan hari donor darah sedunia itu dipusatkan di Lapangan Tugu Unsyiah, Kamis (19/5).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsyiah, Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC, dalam sambutannya mengapresiasi rangkaian acara peringatan hari donor darah sedunia oleh mahasiswa Unsyiah. Ia berharap Unsyiah mampu mengalahkan Universitas Negeri Jakarta yang kini tercatat sebagai universitas pengumpul kantong darah terbanyak di Indonesia.
“Unsyiah dalam usia 55 tahun ini ingin berbuat lebih banyak bagi masyarakat. Butuh pencapaian lainnya untuk memajukan Unsyiah dan masyarakat Aceh, termasuk peduli terhadap isu kemanusiaan,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua PMI Banda Aceh, Qamaruzzaman Hagny yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, kami berjanji bahwa setiap kantong darah yang tersedia di kantor PMI Banda Aceh diberikan tepat sasaran. Tak ada barteran darah bagi mereka yang membutuhkan. Jika ada kejadian seperti itu, segera lapor kepada kami ke nomor 08116815800. Hubungi nomor tersebut jika mengalami kesulitan dalam permintaan kantong darah.
“Acara ini bagian dari peringatan Hari Donor Darah se-Dunia yang jatuh pada 14 Juni nanti. Sekaligus dalam rangka memeriahkan milad Unsyiah ke-55 tahun. Selama ini UKM KSR-PMI Unsyiah selalu berkomitmen untuk melakukan sosialisasi dan pengumpulan kantong darah. Hingga kini, kami telah mengumpulkan 1000 kantong darah dari Unsyiah. Namun, tetap butuh dukungan dari semua pihak agar kesadaran donor darah semakin tinggi. Sebab jumlah tersebut masih kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan darah saat ini,” tambah Mulya selaku Ketua UKM KSR-PMI Unsyiah.
Ia menjelaskan, selama ini darah yang tersedia di pos PMI Banda Aceh sekitar 50-70 kantong. Sedangkan kebutuhan kantong darah di Banda Aceh berkisar 100-130 kantong setiap harinya. Kekurangan ini diharapkan bisa tertutupi dengan kegiatan rutin donor darah, serta advokasi donor darah kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini mampu menumbuhkan empati kemanusiaan keluarga besar Unsyiah untuk membantu mereka yang membutuhkan darah.
Dalam kegiatan ini juga berlangsung penyerahan santunan dari Dharma Wanita Unsyiah kepada para penderita talasemia. Peringatan Hari Donor Darah se-Dunia ini terselenggara atas kerjasama UKM KSR-PMI Unsyiah dengan PMI Kota Banda Aceh.(fht)