Universitas Syiah Kuala (USK) tidak hanya dikenal sebagai institusi pendidikan unggulan di Aceh, tetapi juga sebagai pusat kegiatan seni dan budaya yang hidup. Melalui berbagai pertunjukan publik tahunan, USK secara konsisten memperkaya lanskap budaya Aceh dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan penting di wilayah ini.
Setiap tahunnya, berbagai organisasi mahasiswa di USK menggelar pertunjukan seni yang terbuka untuk umum. Di antaranya adalah Putroe Phang, Paduan Suara Akademia, dan Teater Nol—tiga kelompok seni yang telah menjadi ikon kampus sekaligus kebanggaan masyarakat Aceh.
Kelompok Putroe Phang berperan besar dalam melestarikan warisan budaya Aceh melalui tarian dan musik tradisional. Penampilan mereka yang anggun dan penuh makna sering kali menjadi sorotan dalam acara-acara kebudayaan daerah, festival kampus, hingga undangan resmi tingkat nasional. Dengan mengusung nilai-nilai kearifan lokal, Putroe Phang menjadi jembatan antara generasi muda dan tradisi leluhur Aceh.

Sementara itu, Paduan Suara Akademia USK menghadirkan nuansa musikal yang berbeda. Dengan repertoar yang beragam—mulai dari lagu klasik, modern, hingga daerah—mereka kerap tampil dalam konser tahunan yang selalu dinantikan publik. Melalui harmoni suara dan disiplin latihan yang tinggi, kelompok ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi dan kebersamaan di kalangan mahasiswa.
Di sisi lain, Teater Nol menjadi wadah ekspresi kreatif bagi mahasiswa yang tertarik pada seni peran dan isu sosial. Melalui pementasan teater bertema kemanusiaan, pendidikan, dan refleksi sosial, kelompok ini mendorong penonton untuk berpikir kritis dan peka terhadap realitas di sekitarnya.
USK juga menjalin kolaborasi dengan Esther’s Fine Arts di Banda Aceh untuk mengadakan program budaya dan bahasa Korea, termasuk lokakarya serta pameran seni lintas budaya. Kegiatan ini memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat jembatan pertukaran budaya internasional.
Melalui berbagai kegiatan seni ini, USK tidak hanya melatih kreativitas dan kerja sama mahasiswa, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam memajukan seni, pendidikan, dan pertukaran budaya. USK menjadi bukti bahwa kampus bukan sekadar tempat belajar, melainkan juga ruang hidup bagi tumbuhnya ekspresi, harmoni, dan kebanggaan budaya Aceh.