Konsorsium Perguruan Tinggi Diskusikan Pendidikan Unggulan

Konsorsium Perguruan Tinggi Indonesia–Pittsburgh (KPTIP) melakukan pertemuan ke-12 di ruang senat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Jum’at (13/6).

Turut hadir dalam pertemuan konsorsium ini adalah Rektor Unsyiah, Prof.Dr.Samsul Rizal, M.Eng dan juga Ketua KPTIP Prof. Dr. H.Suparno, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Malang.

Pertemuan KPTIP ke-12 ini berlangsung selama dua hari, yaitu dari tanggal 13-14 Juni 2014. Dalam konsorsium ini pula akan turut dibahas tentang Program Profesi Guru (PPG), Program USAID Prioritas, Diskusi Implementasi Pembelajaran Aktif di Pendidikan Tinggi, dan Diskusi tentang Jurnal-jurnal KPTIP. Selain itu, diadakan juga acara Pementasan Kebudayaan dan rapat para Rektor yang tergabung dalam KPTIP untuk memilih Ketua KPTIP berikutnya. Rapt ini akan bertempat di FKIP Unsyiah.

KPTIP merupakan forum kerjasama perguruan tinggi antara Indonesia dan Amerika yang mempunyai misi meningkatkan keunggulan pendidikan tinggi Indonesia, menciptakan kemitraan yang berkelanjutan dalam bidang akademik dan riset, dan menyediakan dukungan teknis kepada perguruan tinggi anggota KPTIP. Fokus utama konsorsium ini adalah manajemen pendidikan tinggi, sekolah laboratorium berbasis perguruan tinggi, dan pembelajaran aktif. KPTIP didirikan pada tanggal 24 September 2007 di Pittsburgh, Amerika Serikat. Unsyiah termasuk salah satu pendiri dan penggagas terbentuknya KPTIP ini.

Prof. Samsul Rizal dalam sambutannya mengatakan melalui konsorsium ini diharapkan akan lahir calon-calon tenaga pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu perlu sekali kesepakatan bersama demi mencetak calon-calon pendidik masa depan agar lebih baik.

“Dengan guru yang baik inilah, kedepan akan muncul siswa-siswa yang baik pula”, harapnya.

Prof Samsul juga menambahkan bahwa mewujudkan pendidikan yang bermartabat harus sesuai dengan target dari tujuan pendidikan nasional dan ini perlu didorong dari konsorsium ini. Apalagi sekarang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh sudah menyepakati pemberlakuan Kurikulum 2013 di semua jenjang pendidikan yang dimulai pada tahun ajaran 2013-2014 lalu. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi emas yang bermartabat.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. H.Suparno dalam laporannya selaku Ketua KPTIP berharap bahwa melalui pertemuan Konsorsium Perguruan Tinggi Indonesia-Pittsburgh ini, semangat para peneliti yaitu dosen-dosen untuk memperbanyak jurnal-jurnal ilmiahnya akan bertambah. Artikel-artikel tersebut kemudian akan dijadikan dalam bentuk e-journal (elektronik journal) di setiap perguruan tinggi. Hal ini diperlukan sebagai referensi untuk menghadirkan pendidikan terbaik.[mr]