Konser amal yang digelar oleh Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerja sama dengan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), di gedung AAC Dayan Dawood pada Sabtu (19/7), berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 133.246.900,-. Selain itu, panitia juga mengumpulkan RM 212, $ 2 Singapore, 1 Riyal, dan $ 60 amerika. Selain uang, panitia juga menerima beberapa bentuk sumbangan barang berharga, berupa 2 buah telefon genggam, tiga buah cincin emas, anting emas 3,5 pasang, serta logam mulia sebanyak 10 gram.
Ketua panitia pelaksana, Dr. Ilham Maulana menjelaskan bahwa jumlah ini masih mungkin bertambah lebih banyak lagi, karena masih banyak masyarakat yang mengaku akan segera mentransfer langsung sejumlah uang ke rekening KNRP Aceh setelah acara. Sementara itu, beberapa barang lelang juga merupakan hasil sumbangan masyarakat.
Hasil lelang tertinggi diperoleh oleh lukisan Mesjidil Aqsa karya Reisa, mahasiswa Teknik Arsitektur Unsyiah. Reisa memang sengaja dihadirkan ke acara tersebut untuk melukis langsung di depan pengunjung. Lukisan indah yang diselesaikan Reisa sekitar 3,5 jam itu langsung dilelang sebelum catnya mengering. Penawar tertinggi lukisan tersebut adalah Ketua Gapensi Aceh, Suwarli, yang juga merupakan salah satu alumni Unsyiah.
Selain Reisa, beberapa talenta yang ikut tampil dalam konser tersebut adalah Amoeba Band, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Koperbekas Fakultas Teknik Unsyiah, UKM Putroe Phang, Group Nasyid LAMDA, Aceh Biola Community, dan Nuril Annisa sebagai pembaca puisi. Selain itu konser ini juga menghadirkan penyanyi Aceh yang sedang naik daun, Liza Aulia.
Setelah menyanyikan lagu “Kuthiding”, Liza juga melelang salah satu singge terbarunya yang belum pernah ia nyanyikan sebelumnya, yaitu “jak Kutimang”.
Sayangnya, syekh dari Palestina yang bernama Syekh Arafat Abdallah Abdel Wadood Shabaneh, yang semula direncanakan hadir, tiba-tiba berhalangan untuk hadir. Namun demikian, antusiasme pengunjung tidak menurun hingga acara berakhir. Berkali-kali teriakan yel-yel “Plestina, Allaahuakbar, dan Israel, Hancurkan!”, bergema di gedung AAC Dayan Dawood.
“Alhamdulillah, banyak sekali pihak yang ingin berpartisipasi dalam acara penggalangan dana. Namun, karena waktu yang sangat terbatas, beberapa barang malah tidak sempat dilelang.”
Peserta juga ikut terharu, ketika dua bocah kakak beradik, Neubrina (9 tahun) dan Geunta (6 tahun) dipanggil ke panggung untuk menyerahkan celengan mereka bagi anak-anak Palestina.
Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng berharap, penggalangan dana untuk Palestina ini akan menggugah masyarakat untuk ikut aktif membantu rakyat Palestina. Apalagi bulan Ramadhan ini menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dengan memperbanyak sedekah, terutama untuk membantu saudara-saudara di Palestina.
“Jangan mengaku saudara, jika setiap tetesan darah mereka, tak mampu membuat kita menitikkan air mata. Dan, air mata kita juga belum berharga, sebelum kita mendonasikan sebagian kemudahan yang kita punya. Karena bagaimanapun, memang ada hak mereka di dalam harta kita,” kata Rektor dalam sambutannya. (i’m)
Konser Amal Palestina di Unsyiah Sukses
- Category: Kabar USK