Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendampingan Usaha Ultra Mikro (UMi) di Aceh. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Program Training of Trainers (ToT) Pendamping UMi dan Pembentukan Kedai UMi tahun 2024.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Hewan USK dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari pimpinan PIP, pimpinan USK, serta para peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Direktur Direktorat Prestasi dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc menyampaikan, program ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen USK dalam mendukung pengembangan UMKM di Aceh.
“Kami berharap melalui program ini, para pendamping UMi dapat meningkatkan kompetensinya sehingga mampu memberikan layanan yang lebih berkualitas kepada para pelaku UMKM,”ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Kerjasama, Pendanaan, dan Pembiayaan PIP, Muhammad Yusuf, menekankan pentingnya peran pendamping dalam mendorong pertumbuhan UMi.
“Dengan adanya pendamping yang kompeten, diharapkan kelangsungan usaha UMi dapat lebih terjamin dan berkontribusi pada perekonomian daerah,”ungkapnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., dalam sambutannya menyambut baik kerja sama antara USK dan PIP. “Semoga program-program serupa dapat terus dikembangkan di masa mendatang, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan mahasiswa,” harapnya.
Program Pendamping UMi telah dimulai sejak tahun 2022 ini telah berhasil melatih ratusan pendamping di seluruh Indonesia. Di Aceh, program ini dilaksanakan oleh USK dengan melibatkan 20 peserta yang merupakan Account Officer (AO) dari PT PNM Cabang Aceh, PT LKMS Mahira Muamalah, dan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Mitra Dhuafa Syariah (Komida).
Selama pelatihan yang berlangsung selama dua bulan ini, para peserta akan diberikan materi-materi yang komprehensif terkait pendampingan UMKM, mulai dari pengembangan bisnis, pemasaran, hingga keuangan. Selain itu, peserta juga akan melakukan praktik langsung di lapangan dengan membimbing setidaknya dua pelaku UMi.
“Program ini menggunakan metode project based learning yang sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta,” ujar Hendra Halim, M.E., PIC Program Pendamping UMi USK.
Diharapkan dengan adanya program ini, kualitas pendampingan UMKM di Aceh dapat semakin meningkat. Para pendamping yang telah mengikuti pelatihan diharapkan mampu memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM.