Universitas Syiah Kuala

Kolaborasi Lintas Disiplin USK Kembangkan Integrasi Kesehatan dan Pertanian di Aceh Besar

Universitas Syiah Kuala (USK) mengembangkan pendekatan terpadu untuk mendorong perilaku hidup sehat masyarakat melalui integrasi teknologi, edukasi kesehatan, dan pertanian di Gampong Cot Suruy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Program ini dilaksanakan oleh dosen Fakultas Keperawatan dan Fakultas Pertanian USK melalui Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Teknologi Tepat Guna (PKM-B TTG) yang berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2026.

Kegiatan ini diketuai oleh Ns. Novi Afrianti, M.Kep., dari Fakultas Keperawatan, bersama anggota Fita Ridhana, S.Pt., M.Si., dari Fakultas Pertanian, serta Ns. Jufrizal, M.Kep., dan Ns. Dewiyuliana, M.Kep., dari Fakultas Keperawatan. Program ini juga melibatkan tiga mahasiswa USK yang diintegrasikan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dalam pelaksanaannya, tim memperkenalkan gamifikasi hybrid untuk mendukung perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola penyakit kronik. Pendekatan ini dirancang agar edukasi kesehatan tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi satu arah, melainkan menjadi kegiatan yang interaktif dan berkelanjutan.

Ketua Tim PKM-B TTG, Ns. Novi Afrianti, menjelaskan bahwa pendekatan gamifikasi diterapkan agar masyarakat lebih termotivasi mempraktikkan pola hidup sehat dalam keseharian mereka.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan, tetapi juga terdorong untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pendekatan gamifikasi digunakan agar proses edukasi menjadi lebih interaktif dan masyarakat dapat melihat perkembangan perilaku sehat yang mereka lakukan,” ujar Novi.

Selain aspek medis dan edukasi, dimensi kesehatan dalam program ini diperkuat melalui pendekatan pertanian. Tim memberikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan penerapan kebun sayur vertikultur bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan. Hasil kebun tersebut kemudian diintegrasikan dengan edukasi pola konsumsi pangan sehat keluarga.

Novi menambahkan bahwa kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh lingkungan, kebiasaan hidup, dan pilihan pangan sehari-hari.

“Harapannya, masyarakat dapat melihat bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan ketika sakit. Lingkungan, aktivitas sehari-hari, pilihan pangan dan kebiasaan hidup juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan,” kata Novi.

Melalui sinergi lintas disiplin ini, program PKM-B TTG di Gampong Cot Suruy berhasil membawa inovasi nyata dari kampus ke tengah masyarakat, sekaligus mewujudkan pengelolaan lingkungan dan kesehatan keluarga yang berkelanjutan.