Akram ST MT yang menjadi mitra produksi produk kabin becak komposit menyebutkan, keunggulan kabin becak berbahan komposit ini antara lain sangat mudah dipabrikasi. Selain itu juga mudah perawatan, mudah memperbaikinya apabila mengalami kerusakan. Biaya operasionalnya pun sangat rendah. Sehingga layak untuk dilakukan produksi massal pada masa yang akan datang.
Sementara ketua project, Dr Iskandar ST MEngSc IPM menerangkan, proses produksi kabin becak komposit ini menghabiskan waktu selama 3 bulan. Mulai dari desain hingga pembuatannya.
Rencananya, becak listrik dengan kabin becak komposit ini akan diberikan nama BC-L02, karena merupakan seri ke 2 hasil penyempurnaan kabin becak listrik berbahan komposit seri yang pertama yaitu BC-L01.
Pakar elektronik Dr Suriadi ST MSc menyebutkan bahwa produk tersebut memiliki prospek bagus untuk dipasarkan. Karena kabin becak yang menggunakan motor tenaga listrik ini, selain ramah lingkungan, energinya juga sangat efisien.
Berdasarkan hitungan, pengecasan hanya butuh waktu selama 5 jam, seandainya dirupiahkan hanya membutuhkan Rp 6-10 ribu apabila dibandingkan dengan bahan bakar konvensional. Becak listrik yang menggunakan kabin becak listrik berbahan komposit ini mampu berjalan dengan kecepatan maksimum 40 KM/Jam, dan menempuh jarak sejauh 35-40 KM dengan 2 orang penumpang.
Sementara untuk dayanya menggunakan baterai 12 Volt sebanyak 5 unit. Becak Listrik berbahan kabin komposit ini telah dihibahkan untuk mitra Kelompok Becak Kampus Kopelma Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh.
Inovasi kabin becak ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis produk Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unsyiah dalam bidang transportasi darat.
"Semoga produk inovasi ini menjadi solusi alternatif kabin becak dan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat," demikian harapan Ketua LPPM Unsyiah, Prof Dr Taufik Fuadi Abidin SSi MTech.
Sebelumnya di beritakan, Tim Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh berhasil mengembangkan unit terbaru kabin becak listrik berbahan komposit. Kabin becak listrik tersebut dirancang menggunakan material nonkayu, yaitu material sintetik yang dikenal dengan material komposit sintetik.
Becak listrik berkabin komposit ini dirancang tim Akademisi Pelaksana Pengabdian Unsyiah dari Laboratorium Desain dan Manufaktur (LDM) Jurusan Teknik Mesin yang fokus di bidang pengembangan material komposit dan desain produk ergonomi. Tim ini terdiri atas Dr Iskandar ST MEngSc IPM, Dr Ir Husni MEngSc dan Dr Suriadi ST MSc IPM. (Humas Unsyiah/fer)