Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech mengapresiasi atas inovasi dosen Unsyiah dalam menciptakan teknologi pengelohan Plik-U. Alat yang berasal dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) tersebut telah diserahkan untuk masyarakat Gampong Blang Kreueng, Aceh Besar. (Banda Aceh, 17 Oktober 2020).
Taufik berharap, melalui inovasi ini bisa segera lahir hak paten sederhana dari proses pengelolah pliek-u dan teknologi yang dikembangkan, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Apalagi karya inovasi seperti ini merupakan salah satu wujud pengabdian Unsyiah kepada masyarakat.
“Sehingga karya-karya ini terlindungi sebagai salah satu kekayaan intelektual dosen Unsyiah,” ucap Taufik seperti yang disampaikannya pada laman Serambinews.com.
Seperti diberitakan sebelumnya, perancang alat teknologi ini yaitu Dr. Rita Khatir menjelaskan, alat tersebut adalah alat pengering terowongan yang diberi nama Honenheim, pengepres hidrolik, alat kukur kelapa elektrik, 1 set perlengkapan produksi, dan 1 set kemasan serta label kemasan dengan brand “Meugah Pliek”.
"Hohenheim ini memanfaatkan energi matahari, mempunyai kolektor surya, menggunakan efek rumah kaca dan mempunyai panel surya. Jadi tidak membutuhkan listrik sedikit pun dan yang paling kita bisa menjamin kebersihan dan kehalalan produk pliek-u yang dikeringkan di alat ini," kata Rita.
Muhammad Hamzah, salah satu mitra asal Gampong Lamreh Darussalam, berterimakasih atas hibah alat pengering hohenheim tersebut. Dengan penggunaan alat itu, diharapkan bisa mempermudah proses pengeringan kelapa bahkan di musim penghujan.
"Yang paling penting mereka bukan sebatas memberikan alat untuk memudahkan proses pembuatan pliek-u, tapi mendampingi sampai penjualan produk," kata Hamzah.
Nantinya produk pliek-u tersebut akan dipasarkan di toko online Meugah Pliek