Kepala Pelaksana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto S.Sos., MM., beserta tim mengunjungi fasilitas riset kebencanaan USK di Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC). (Banda Aceh, 28 Oktober 2025).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda untuk memperkuat kerja sama antara BNPB dan USK yang telah terjalin sejak lama. Turut serta dalam rombongan BNPB, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Jarwansyah yang juga putra Aceh, Deputi Logistik dan Peralatan-Ibu Andi Eviana, Prof. M. Dirhamsyah yang merupakan unsur pengarah BNPB yang sebelumnya merupakan pendiri dan Ketua TDMRC, dan Dr. Isroil Samihardjo (unsur pengarah BNPB).
Rektor USK, Prof. Dr. Ir Marwan menyambut langsung kehadiran Kepala BNPB dan beserta rombongannya ini. Rektor hadir bersama Kepala TDMRC USK, Prof. Dr. Syamsidik beserta para peneliti dan staf TDMRC USK.
Dalam kunjungan ini Kepala BNPB dan tim mendapatkan penjelasan terkait beberapa fasilitas dan aktivitas penting TDMRC USK yang terkait dengan mitigasi bencana. Pada kesempatan pertama, tim mendapatkan penjelasan terkait bukti 12 kali tsunami lampau yang pernah terjadi di bagian utara Aceh yang diidentifikasi dari sedimen tsunami yang ditemukan di Gua Eek Leuntie di Lhoong-Aceh Besar.
Selanjutnya Kepala TDMRC juga menjelaskan titik-titik sejarah penting perjalanan USK dalam berkontribusi bagi pemulihan Aceh pasca Tsunami Aceh 2004 dan penanggulangan bencana secara umum. Pada pertemuan ini disampaikan juga bahwa saat ini USK telah memiliki Program S2 dan S3 Ilmu Kebencanaan, bahkan Program Doktor Ilmu Kebencanaan USK (DIB) merupakan yang pertama berdiri di kawasan Asia Tenggara.

Selanjutnya, rombongan ini mendapatkan penjelasan bahwa USK sampai dengan Oktober 2025 tercatat sebagai lembaga yang paling produktif Nomor 7 seluruh dunia dalam menghasilkan publikasi terkait tsunami yang terindeks SCOPUS dan Nomor 1 di Indonesia.
Tim kemudian mengunjungi Real Time Earthquake Observatory yang memantau kejadian gempa bumi global yang aktif 24 jam setiap hari dan terhubung dengan beberapa stasiun seismometer dari negara-negara lain.
Kepala TDMRC menjelaskan bahwa TDMRC juga mengoperasikan 12 sensor seismometer secara online di seluruh Aceh dan lebih dari 20 sensor yang offline. Tim BNPB selanjutnya mengunjungi demonstrasi fasilitas Tsunami Wave Flume dan Shaking Table yang ada di TDMRC USK
Kepala BNPB dan tim diinformasikan bahwa fasilitas-fasilitas yang ada tersebut merupakan fasilitas langka yang hanya ada di TDMRC USK untuk konteks Indonesia. Letjen Suharyanto berharap agar fasilitas tersebut dapat dimaksimalkan untuk mengembangkan riset-riset yang diperlukan oleh bangsa dalam membangun ketangguhan terhadap bencana.
Rektor dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan niat USK untuk berkontribusi pada upaya BNPB dalam membangun Pusat Edukasi Tsunami dunia seperti yang pernah disampaikan oleh Bapak Kepala BNPB saat kunjungan
Rektor juga menyampaikan rencana meningkatkan Kerja sama dengan BNPB yang selama ini cukup baik dan bermanfaat. Letjen Suharyanto menyambut baik gagasan ini dan mengundang Rektor USK dan tim untuk membahas lebih rinci dan teknis langkah-langkah penguatan kerja sama tersebut.
Kunjungan kerja ini selanjutnya diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari USK, Buku Grafis Pelajaran Ketangguhan Pasca 20 Tahun Tsunami Aceh karya Tim TDMRC, dan plakat TDMRC USK.