Kemdikbud Tinjau Kesiapan USK Laksanakan Program Beasiswa KNB

Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud) melalui Direktorat Kelembagaannya, melakukan kunjungan ke Universitas Syiah Kuala  untuk meninjau kesiapan perguruan tinggi ini dalam melaksanakan program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). (Banda Aceh, 19 November 2021).

Direktur Kelembagaan Kemdikbud Ristekdikti Ridwan mengatakan, kujungan ke USK ini bertujuan untuk melakukan koordinasi antara tim visitasi lapangan calon perguruan tinggi pengelola beasiswa KNB, dengan pihak USK yang merupakan calon host pengelola beasiswa ini.

Selain itu, kunjungan ini juga untuk melihat secara langsung  ketersediaan sarana dan prasarana, serta kelengkapan lainnya yang menjadi syarat pengelolaan program beasiswa ini.

Ridwan mengungkapkan, program beasiswa ini sejatinya adalah bentuk soft diplomasi Indonesia dengan negara berkembang lainnya. Melalui program beasiswa seperti ini, mahasiswa yang berada di negara lain dapat mengenal lebih jauh tentang budaya atau culture Indonesia.

Begitu pula pada level universitas, Ridwan menilai program ini adalah kesempatan baik untuk memperbanyak mahasiswa internasional untuk studi di kampus sendiri.

“Dengan demikian, kampus ini bisa menjadi global student. Apalagi timing-nya ini tepat sekali karena USK akan segera bertransformasi menjadi PTN BH,” ucapnya.

Dalam kunjungan ini, Ridwan menilai secara keseluruhan USK sudah sangat siap untuk menyelenggarakan program beasiswa KNB ini. Berdasarkan data-data yang telah ia temukan di lapangan, menurutnya, semestinya tidak ada kendala berarti bagi USK untuk melaksanakan program beasiswa tersebut.

Sementara itu Wakil Rektor I USK Prof. Dr. Ir. Marwan menjelaskan, sejak tahun 2016 – 2021, USK sudah memiliki sekitar 522 mahasiswa asing. Dan selama ini USK sudah menjalankan program penerimaan mahasiswa asing  tersebut dengan sangat baik. Mereka tidak hanya menuntut ilmu di USK, melainkan turut diajak untuk mengenal lebih jauh budaya Aceh melalui berbagai kegiatan.

Oleh karena itu, Prof. Marwan sangat menyambut baik program beasiswa ini. Menurutnya, program beasiswa KNB ini sangat penting untuk mendorong program internasionalisasi di USK.

“Sebab secara tidak langsung hal tersebut dapat meningkatkan daya saing sebuah universitas. Hal ini pun sangat sejajalan dengan cita-cita USK yaitu menuju socio-technopreneur university di tingkat global,” ucapnya.

 Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor IV USK Prof. Dr. Hizir yang mengatakan, sejak tsunami melanda Aceh pada 2004 silam USK sudah mulai aktif membangun komunikasi secara intens dengan berbagai perguruan tinggi atau lembaga asing.

Selain itu, saat ini USK juga telah tergabung dengan Indonesia-Malaysia-Thailand-Growth Triangle (IMT-GT) University Network (UNINET). Bahkan di komunitas internasional ini, Rektor USK Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal,M.Eng.,IPU.,ASEAN.,Eng dipercaya untuk menjabat sebagai Chairman-nya.

“Jadi secara pengalaman, USK sudah sangat siap untuk mengelola program beasiswa seperti ini,” ucap Prof. Hizir.

Leave a Reply