Universitas Syiah Kuala

Kampus Unsyiah Kini Terluas se-Indonesia

Sejak Jumat (5/4) kemarin, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) tercatat sebagai kampus yang paling luas se-Indonesia, menyusul diserahkannya 2.183 hektare (ha) lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, Dr Sofyan A Djalil MA, MALD, atas nama Presiden Joko Widodo, kepada Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng di Gedung ACC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh.

Dikutip dari Serambinews.com, lahan seluas itu diplot untuk Kampus II Unsyiah yang terletak di Kecamatan Darussalam, Baitussalam, dan Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, mengingat kampus utama Unsyiah di Darussalam, Banda Aceh, seluas 125 ha tak lagi memadai untuk pengembangan kampus yang terdiri atas 12 fakultas itu. Lahan di kampus II itu kelak diprioritaskan untuk membangun kampus Fakultas Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Kedokteran Hewan, dan Perikanan.

Jika ditambahkan luas kampus utama Unsyiah 125 ha di Darussalam Banda Aceh dengan kampus II di Aceh Besar, maka total luas Kampus Unsyiah saat ini mencapai 2.308 ha.

“Ini menjadikan Unsyiah sebagai kampus terluas di Indonesia,” kata Menteri Sofyan Djalil saat menyampaikan kuliah umum seusai menyerahkan surat keputusan (SK) adendum bekas lahan HTI PT Aceh Nusa Indrapuri kepada Unsyiah untuk dijadikan kampus II universitas “Jantong Hatee Rakyat Aceh” itu.

Klaim Sofyan Djalil bahwa Unsyiah kini merupakan kampus paling luas di Indonesia terbukti setelah Serambi menelusuri luas sejumlah kampus terkemuka di Indonesia. Berdasarkan data Wikipedia, luas Kampus Universitas Indonesia (UI) hanya 320 ha, Institut Teknologi Bandung (ITB) 286 ha, Institut Pertanian Bogor (IPB) 250 ha, dan Universitas Sumatera Utara (USU) hanya 116 ha.

Dengan kampus seluas itu, kata Sofyan Djalil, banyak hal yang bisa dikembangkan Unsyiah di kampus II-nya. Termasuk membuka lahan untuk tanaman-tanaman hortikultura.

“Harapan saya, dengan lahan seluas itu Unsyiah harus bisa menjadi model untuk pengelolaan pertanian modern,” kata Sofyan sembari menambahkan bahwa Unsyiah juga bisa mengembangkan usaha peternakan.

Sofyan juga berjanji akan menghubungkan pihak Unsyiah dengan PT Great Giant Pineapple di Lampung yang ribuan hektare lahannya ditanami nanas dan rutin diekspor ke luar negeri. “Sekitar 40 persen nenas dunia dipasok dari Lampung Tengah. Nanti Unsyiah bisa tanam nanas juga dan ekspornya bekerja sama dengan PT Great Giant Pineapple,” ujar Sofyan.

Ia berharap kampus yang luas itu juga dimanfaatkan untuk riset dan pengembangan, terutama riset pertanian, perternakan, dan perikanan agar hasilnya berkualitas dan berlipat ganda, sehingga volume ekspor dari Aceh bisa meningkat dan itu akan menambah devisa negara.

Di sisi lain, kehadiran kampus II itu diyakini Rektor Unsyiah Samsul Rizal akan mempercepattercapainya target Unsyiah menjadi world class university (universitas kelas dunia). “Tahun 2024 Unsyiah harus masuk dalam peringkat 1.000 besar universitas terkemuka di dunia,” kata Samsul sembari menyebutkan universitas terakreditasi A itu kini memiliki 1.600 dosen dan lebih dari 600 orang di antaranya adalah doktor.

Pembebasan lahan tersebut untuk Unsyiah, menurutnya, dilakukan atas usulan Pemerintah Aceh sejak 2013, tapi progresnya tak cukup menggembirakan. “Namun, setelah Pak Sofyan Djalil menjadi Kepala BPN dan atas restu Presiden Jokowi beliau lakukan pendekatan khusus dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, proses pembebasan lahan ini pun menjadi sangat cepat dan tanpa mengeluarkan uang satu rupiah pun,” kata Rektor Samsul Rizal.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/