Jumlah peneliti Universitas Syiah Kuala yang berhasil menerima dana riset Kedaireka untuk tahun 2024 meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 10 peneliti yang berhasil meraih hibah riset dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) tersebut. (Banda Aceh, 20 Agustus 2024).
Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 9 judul penelitian dari tim peneliti untuk bidang Akademik ditambah 2 riset dari jalur vokasi. Jumlah nilai total kontrak pada 2024 ini mencapai Rp. 4,1 milyar.
Adapun sebelas peneliti tersebut adalah Edwar Iswardy, M.Si, Ph.D dengan judul riset, Penguatan Hilirisasi dan Promosi Produk IMAGy Melalui Workshop Transformasi Digital Pembelajaran STEM dan Riset Development of IoT-based STEM Learning Modules by Using an IMAGy Device;
Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si dengan judul riset, Penerapan Praktek Baik (Gap) Dalam Budidaya Bawang Merah Untuk Mendukung Percepatan Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Bawang Merah Di Kota Lhokseumawe;
Dr. Syaifullah,ST,M.Eng dengan judul riset, Pengembangan Produk Skincare Menggunakan Komponen Aktif Minyak Nilam Aceh Hasil Teknologi Molecular Distillation.
Lalu Prof. Dr. Ir. Ashabul Anhar,M.Sc dengan judul riset, Integrasi Kemitraan Inklusif Petani Swadaya Untuk Percepatan Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Ispo) Di Kabupaten Nagan Raya, Aceh;
Irwandi, S.Si,M.Si.,Ph.D dengan judul riset, Penghapusan Segregasi dan Bias Gender pada Pelajaran STEM dengan Membuka Akses Makerspace dan FabLab di Universitas (Removing subject segregation and gender bias in STEM by enabling makerspace and FabLab access in university (USK x Exeter); Prof. Dr. Muksin,S.Si, M.Si,M.Phil dengan judul riset, Pengembangan Sistem Pemantauan Gempa Mikro Dan Penangkapan Dan Penyimpanan Karbon Reservoir Arun;
Dr. Murna Muzaifa, S.TP.,MP dengan judul riset, Penerapan Pola Agroforestri Tersertifikasi: Solusi Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan, Pemuda Dan Perempuan Untuk Produksi Kopi Arabika Kualitas Ekspor Berkelanjutan; Dr. Ir. Yusya Abubakar,M.Sc.,IPU dengan judul riset, Pengembangan Purwarupa Produk Kopi Halal Spesialti Arabika Gayo; dan Dr. Ir. Kahlil,S.T.,M.Eng. dengan judul riset, Hilirisasi Produk Pendeteksian Anomali Berbasis Kecerdasan Artifisial Pada Kota Pintar (Smart City); serta Apt. Nadia Isnaini,S. Farm.,M.Sc dengan judul riset, Komersialisasi Produk Pembersih Wajah dengan Penambahan Bahan Aktif Kolagen dari Tulang Tuna Sebagai Natural Antiaging.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Mudatsir M.Kes mengatakan, skema pendanaan riset Kedaireka adalah salah satu program unggulan Kemendikbudristek yang mensyaratkan adanya kemitraan dengan industri atau masyarakat.
Program ini menyasar penelitian dengan tingkat kesiapan teknologi dan implementasi yang tinggi.
“Artinya pengusul penelitian diharapkan telah memiliki rekam jejak yang baik, dan siap mewujudkan hasil riset dalam bentuk purwarupa (prototype) atau implementasi langsung pada industri dan masyarakat,” ucapnya.
Menurut Mudatsir, peningkatan jumlah peneliti ini adalah hasil trobosan yang USK lakukan pada tahun ini. Di mana USK menunjuk unit khusus di bawah LPPM yaitu Pusat Pengembangan dan Hilirisasi Inovasi (PPHI), yang dikoordinir oleh Dr. Cut Dewi, ST.,MT,M.Sc, Dr. Irma Dewiyanti,S.Pi.,M.Sc, Pratitou Arafat, S.P.,M.L.,A dan Siti Zahrina Fakhrana,S.Ars.,M.Sc.
“Lembaga ini ditugaskan untuk berkoordinasi dengan pelaksana Kedaireka nasional, serta mengelola kegiatan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan peneliti mulai dari penyusunan proposal sampai pengawasan pelaksanaan skema Kedaireka di USK,” terangnya.
Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurut Rektor, status PTN BH telah mendorong USK melakukan transisi manajemen . Pada tahun 2025 USK akan menerapkan sistem optimal yang sesuai dengan dinamika PTN BH.
“Tentunya ini akan menjadi angin segar bagi ekosistem inovasi dan akselerasi penerapan hasil penelitian USK kepada masyarakat,” ucapnya.