Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tim yang menamakan diri “ZONAVEC” berhasil meraih Silver Medal pada kategori Health Essay dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang diselenggarakan pada 30–31 Mei 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Tim ZONAVEC beranggotakan Hikmatus Sabra (ketua), Anisatur Rahmi, Deena Nadheera, dan Hayfa Ramadhani Zainal. Mereka sukses mencuri perhatian dewan juri melalui karya inovatif berjudul “ZONAVEC: A Climate-Informed Vector Risk Zoning Platform for Early Prevention of Aedes-Transmitted Diseases”.
Kompetisi ini dihelat oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Centre of Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) Universiti Putra Malaysia (UPM) dan mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara.
Dalam esai tersebut, tim menyoroti krisis perubahan iklim yang memicu pergeseran pola penyebaran penyakit demam berdarah (dengue). Variabel lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan curah hujan terbukti memengaruhi distribusi nyamuk Aedes. Menjawab tantangan tersebut, ZONAVEC hadir sebagai platform berbasis data iklim yang dirancang untuk deteksi dan pencegahan dini.
ZONAVEC menawarkan empat fitur integratif: VEC-CAST (sistem prediksi risiko dini), VEC-ZONE (data terverifikasi real-time), VEC-READY (panduan pencegahan personal), dan VEC-ACTION (wadah partisipasi dan edukasi komunitas). Konsep ini fokus pada pemanfaatan indikator lingkungan guna memitigasi risiko sebelum wabah meluas.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Prestasi yang diraih oleh tim ZONAVEC membuktikan bahwa mahasiswa kita memiliki kepekaan tinggi dalam merespons isu kesehatan global melalui pendekatan inovatif. Kami akan terus mendorong mahasiswa untuk melahirkan karya-karya yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Rina.
Proses pengembangan gagasan ini memakan waktu satu bulan di bawah bimbingan dr. Muhammad Ansari Adista, M.Pd.Ked., Sp.N. Meski harus membagi fokus antara akademik dan organisasi, komitmen tim membuahkan hasil manis. Mereka berhasil mengungguli finalis lain di kategori Health yang diikuti oleh 22 kontestan dari berbagai negara.
Ketua tim, Hikmatus Sabra, berharap gagasan ini menjadi langkah awal bagi solusi kesehatan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. “Melalui ZONAVEC, kami tidak hanya menawarkan prediksi risiko, tetapi juga mengintegrasikan data, kesiapsiagaan, dan partisipasi masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan lebih efektif,” ungkap Hikmatus.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa USK mampu bersaing dan berkontribusi memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan kesehatan global. Keberhasilan ini diharapkan dapat memantik semangat inovasi lainnya di lingkungan sivitas akademika USK dalam mengembangkan teknologi kesehatan masa depan.