Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, S.E., berbagi pengalaman tentang hijab syari atau hijab yang sesuai syariat Islam dengan mahasiswa dalam talk show yang bertajuk “Hijab Syari Tak Menghalangi Karierku” di Masjid Jamik kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Selasa (23/12). Kegiatan yang digagas Unit Pendamping Mata Kuliah Agama Islam (UP3AI) Unsyiah itu juga menghadirkan perwakilan Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Hj. Rahmatillah, S.Ag., M.Pd., sebagai pemateri.
Illiza mengatakan, hijab itu sebagai pembatas bagi wanita untuk menutup aurat. Jadi, apabila ada seorang muslimah yang berhijab tapi masih kelihatan lekuk tubuhnya, maka belum bisa dikatakan berhijab atau menutup aurat.
“Hidup ini pilihan, tapi setiap manusia punya kewajiban, khususnya umat Islam yang wajib menjalankan perintah Allah Swt. dengan menutup aurat. Berhijab syari membutuhkan proses. Namun, bukan berarti seseorang boleh menanggalkan jilbabnya. Meskipun belum sesuai syariat Islam, seorang muslimah tetap wajib berjilbab sambilan belajar. Keliru kalau mengutip kata-kata jilbabkan hati dulu, baru jilbabkan kepala,” pungkasnya.
Illiza mengaku, semasa remaja dia belum mengenakan hijab. Menginjak usia muda, Illiza baru mulai memakai hijab walaupun belum syari. Kini, wali kota tersebut tampil percaya diri dengan berhijab syari.
Sementara itu, Ustazah Rahmatillah mengungkapkan, dengan hijab, akan mudah mengenali seorang wanita muslimah. Selain itu, hijab juga mampu melindungi seorang perempuan dari gangguan lelaki.
“Saya punya pengalaman saat membeli kue di kantin Melbourne University, Australia. Kebetulan ada dua teman muslim yang tak berjilbab dari Indonesia membeli kue. Lalu, saya ikutan beli kue di situ. Penjualnya langsung menodong dengan pertanyaan, ‘Anda muslim, kan?’ Penjual kue melarang saya untuk membeli kue tersebut karena mengandung gelatin babi,” ceritanya.
Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan, Unsyiah sangat mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Maka, ada aturan wajib memakai hijab bagi mahasiswi di kampus.
“Melalui UP3AI, mahasiswa juga diajarkan tentang tata cara ibadah dan membaca Alquran. Unsyiah menginginkan seluruh mahasiswanya bisa membaca Alquran. Di samping menjalankan aturan Islam lainnya,” sebutnya.
Talk show ini merupakan rangkaian dari penutupan Program Iqra UP3AI Unsyiah yang turut dihadiri Pembantu Rektor III, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur, B.C.; Ketua UP3AI, Dr. Ir. H. Komala Pontas; dan Kepala Biro Kemahasiswaan, Drs. M. Nasir Ibrahim.[rz]
Illiza Isi Talk Show Hijab Syari di Unsyiah
- Category: Kabar USK