Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar The 8th International Conference on Agriculture and Bio-Industry (ICAGRI) 2026 pada 7–8 Oktober 2026 mendatang. Konferensi yang diselenggarakan secara hybrid di Prof. Dr. Dayan Dawood Academic Activity Center (AAC) dan lingkungan Fakultas Pertanian USK ini, menjadi momentum strategis bagi peneliti dan praktisi lintas negara untuk merumuskan solusi atas tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.
Mengusung tema besar terkait pertanian berkelanjutan, ICAGRI 2026 diproyeksikan menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pemerintah, pelaku industri, hingga mahasiswa untuk berbagi hasil riset, membangun jejaring kolaborasi, serta merumuskan solusi konkret terhadap tantangan global di sektor pertanian dan bioindustri.
Ketua Panitia ICAGRI 2026, Prof. Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc., menyampaikan bahwa konferensi ini bukan sekadar pertemuan ilmiah rutin, melainkan upaya nyata untuk menjawab tantangan krisis iklim yang kian mendesak.
“ICAGRI 2026 menjadi ruang krusial bagi kita untuk menyelaraskan inovasi riset dengan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu yang akan terbangun di sini, kami berharap dapat merumuskan rekomendasi kebijakan serta solusi praktis untuk memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan bioindustri di tengah ketidakpastian iklim global,” ujar Prof. Ashabul.
Kegiatan ini terselenggara di bawah kepemimpinan Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., DBA, Dekan Fakultas Pertanian USK Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., serta diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc.
“ICAGRI 2026 akan menghadirkan empat pembicara utama bereputasi internasional di bidang kehutanan, perubahan iklim, biodiversitas, dan mitigasi bencana,” ungkapnya.
Mereka adalah Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., selaku Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Republik Indonesia; Prof. Hermann Behling dari Georg-August University Göttingen, Jerman; Associate Professor Dr. Nik Fadzly Bin N. Rosely dari Universiti Sains Malaysia (USM); serta Assistant Professor Hara Yuta, Ph.D., pakar adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana dari Jepang.
Dalam konferensi ini, terdapat delapan topik strategis yang akan dibahas, yaitu: agroteknologi tahan iklim dan sistem produksi tanaman berkelanjutan; kesehatan tanah, penyerapan karbon, dan pengelolaan lahan berkelanjutan; pengelolaan hama dan penyakit terpadu di tengah perubahan iklim; pengembangan agribisnis dan rantai nilai berkelanjutan; pertanian digital dan presisi untuk pertanian cerdas iklim; inovasi pascapanen dan pengurangan kehilangan hasil; pengelolaan hutan dan wanatani berkelanjutan; serta kesehatan hewan, sistem peternakan, dan pendekatan one health dalam perubahan iklim.
Selain pembicara internasional, konferensi ini juga menghadirkan delapan invited speakers dari lingkungan Fakultas Pertanian USK, yakni Dr. Ir. Hifnalisa, M.Si., Dr. Rahmaddiansyah, S.Si., M.Sc., Dr. Ir. Dzarnisa, M.Si., IPU., Dr. T. Ferijal, S.TP., M.Sc., Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Jauharlina, M.Si., Dr. Essy Harnelly, S.Si., M.Si., dan Dr. Ir. Mardhiah Hayati, M.S.
Kehadiran para akademisi ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi riset nasional dan internasional yang berdampak bagi pembangunan pertanian Indonesia.
Panitia memastikan bahwa seluruh artikel ilmiah yang diterima akan melalui proses peer-review sebelum dipublikasikan pada prosiding internasional yang ditargetkan terindeks Scopus. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Fakultas Pertanian USK dalam membangun ekosistem riset berkelas dunia dan membuka peluang kolaborasi global di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pengiriman abstrak, registrasi, dan detail teknis konferensi lainnya dapat diakses melalui laman resmi ICAGRI 2026.