Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh berkolaborasi dengan Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK serta Ikatan Alumni Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) menyalurkan bantuan logistik dan memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Timur, Minggu (19 Januari 2026).
Aksi tanggap darurat ini turut melibatkan Apoteker Tanggap Bencana PP IAI dan menyasar empat desa terdampak, yakni Desa Sekumur dan Desa Pematang Durian (Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang) serta Desa Batu Sumbang dan Desa Rantau Panjang (Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur). Medan berat dan akses terputus akibat banjir menjadi tantangan tersendiri bagi tim relawan.
Untuk mencapai lokasi, tim harus menyeberangi sungai dan menempuh perjalanan melalui jalur air hingga dua jam. Meski demikian, kedatangan relawan disambut antusias warga yang turut membantu menurunkan dan mendistribusikan logistik.
Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, makanan instan, pakaian layak pakai, serta peralatan sekolah. Selain itu, layanan kesehatan gratis diberikan untuk menangani keluhan pascabanjir seperti ISPA, diare, tifoid, infeksi kulit, DBD, serta gangguan kesehatan akibat stres dan keterbatasan obat.
Tim juga memberikan perhatian pada pemulihan psikologis anak melalui kegiatan trauma healing yang dipimpin Apoteker Tati Rahmawati, seperti permainan edukatif, bernyanyi, menggambar, dan aktivitas kelompok untuk membantu anak-anak kembali ceria dan mengurangi kecemasan.
Ketua PD IAI Aceh, Apoteker Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata kontribusi profesi apoteker dalam situasi krisis.
“Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kehadiran profesi apoteker di tengah krisis. Meski saya tidak dapat hadir langsung di lokasi, laporan dari tim yang menembus medan berat dan akses sungai yang sulit memberikan rasa bangga dan haru tersendiri. Antusiasme warga serta senyum anak-anak yang kembali muncul menjadi penguat bagi kami bahwa upaya kecil yang dilakukan dengan tulus dapat memberi dampak besar” ucap Tedy
Koordinator Lapangan, Apoteker Annas, menambahkan bahwa respon warga sangat positif, terutama saat anak-anak mulai kembali bermain dan tertawa selama trauma healing.
“Perjalanannya sangat melelahkan, tetapi semua terbayar saat melihat senyum dan harapan di wajah warga, terutama anak-anak. Di Desa Sekumur dan Rantau Panjang yang kami tempuh melalui jalur sungai, warga langsung membantu kami menurunkan bantuan dari perahu. Respon mereka terhadap kegiatan trauma healing sangat luar biasa,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa Rantau Panjang, Said Ridwan, mewakili warga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang dinilai tepat sasaran, mengingat akses wilayah yang masih terbatas. Kolaborasi ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mendukung pemulihan fisik, psikologis, dan sosial masyarakat pasca banjir.
“Kami mewakili seluruh warga Rantau Panjang mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim yang turun hari ini. Bantuan ini sangat tepat sasaran dan sangat kami butuhkan. Akses kami yang terbatas membuat bantuan dari luar sulit masuk. Kehadiran tim yang rela menempuh perjalanan dua jam lewat sungai benar-benar mengobati kesedihan kami. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.
Aksi kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga menjadi stimulus bagi pemulihan psikologis dan sosial masyarakat di daerah terdampak banjir, mengingatkan mereka bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan ini sendirian.