Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2025, Prof. Eduart Wolok, menekankan peran penting humas perguruan tinggi negeri (PTN), sebagai garda terdepan penyampaian informasi seleksi penerimaan mahasiswa baru, khususnya jalur SNBP dan SNBT.
Hal ini disampaikannya dalam pembukaan kegiatan koordinasi humas, yang bertujuan menyamakan persepsi dan strategi sosialisasi SNPMB 2025.
Prof. Eduart menyoroti perlunya sosialisasi mendalam untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNPB). Setiap tahun, masih sering ditemukan keterlambatan pendaftaran siswa eligible atau pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa).
“Humas perlu melakukan sosialisasi secara menyeluruh sehingga hal-hal yang tidak diharapkan tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang bersifat individual, informasi yang disediakan tidak hanya mencakup hal administratif, tetapi juga jadwal dan poin penting lainnya.
Prof. Eduart juga mengingatkan calon mahasiswa baru untuk memahami persyaratan setiap jalur agar tidak salah pilih program studi dan akhirnya tidak mengambil kesempatan yang sudah didapatkan. Proses penerimaan mahasiswa baru saat ini masih mengacu pada Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022.
Koordinator Humas dan Promosi SNPMB, Ismaini Zain, M.Si., menyatakan bahwa humas adalah penyedia informasi yang akurat dan terpercaya, berperan vital dalam meningkatkan jumlah peminat. Ismaini Zain mengapresiasi upaya sosialisasi yang telah dilakukan humas PTN melalui berbagai media.
Meski diakui ada potensi kecurangan dalam setiap kegiatan penerimaan mahasiswa baru, panitia telah menyiapkan langkah-langkah penanggulangan.
Kepala Bagian Humas dan Protokol USK, Mulyana, SE, menegaskan pentingnya pertemuan semacam ini, menjadi ajang diskusi mengenai proses penerimaan mahasiswa baru. Diharapkan peluncuran SNPMB tahun ini akan dilakukan lebih awal, memungkinkan calon mahasiswa menyerap informasi lebih cepat.
“Pertemuan seperti ini sangatlah penting, guna melakukan penyamaan persepsi antar humas PTN sehingga informasi-informasi yang disampaikan cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Mulyana.