Universitas Syiah Kuala (USK) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan dampak global melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat yang berfokus pada target Sustainable Development Goals (SDG’s) 9, 10, dan 11. Kegiatan bertajuk “Akselerasi Infrastruktur Resilien dan Inovasi Inklusif: Menuju Tata Kelola Kawasan Berkelanjutan yang Adaptif Bencana” ini digelar di Ayani Hotel, Banda Aceh, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis USK sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dalam memaksimalkan program Equity dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan dukungan dana hibah sebesar Rp 12,5 miliar, USK ditargetkan penguatan reputasi internasional yang lebih tajam dan terukur.
Ketua Panitia FGD, Dr. Dra. Sulastri, M.Si., menegaskan bahwa forum ini dirancang untuk menjembatani antara teori riset dan problematika lapangan.
“Kegiatan ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan wadah kolaborasi untuk membedah masalah riil di masyarakat. Kita ingin setiap kontribusi USK terhadap SDG’s tercatat sebagai sejarah global yang memberikan dampak nyata bagi Aceh dan Indonesia, melalui gagasan yang inovatif sekaligus inklusif,” ujar Dr. Sulastri.

Ketua Pelaksana SDG’s USK, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P., memaparkan capaian membanggakan universitas di kancah internasional. USK saat ini menunjukkan tren positif dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) dan QS World University Rankings (WUR).
“Alhamdulillah, pada tahun 2025 prestasi USK meningkat pesat. Dalam kategori SDG 4 (Quality Education), USK berhasil menembus peringkat 66 dunia dan posisi ke-4 di tingkat nasional. Saat ini kita berada di rentang 800 ke 600 besar pada berbagai indikator reputasi, dan kita optimis pada pengumuman THE 21 Juni mendatang, USK akan mencapai target LPDP di peringkat 401-600 dunia,” jelas Prof. Muslim Akmal.
Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, dalam sambutannya menekankan bahwa setiap kiprah akademik harus selaras dengan kemajuan pembangunan nasional.
“Apa yang kita hasilkan harus berkontribusi langsung pada setiap poin SDG’s. Melalui payung program Equity LPDP, kita arahkan seluruh inovasi dan pengabdian agar lebih terukur sehingga mampu mendongkrak peringkat USK sebagai kampus kelas dunia yang solutif,” tegas Prof. Agussabti.
Forum ini menghadirkan narasumber ahli, yakni Dr.-Ing. Ir. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc., GP, IPU dan Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA, yang memberikan pandangan strategis mengenai tata kelola kawasan berkelanjutan yang adaptif terhadap bencana. Sinergi ini diharapkan menjadi katalisator bagi USK dalam mewujudkan infrastruktur yang tangguh dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.