Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Ahli (Jenjang 7) dan terampil (jenjang 5-6) SDM Vokasional Bidang Konstruksi, mulai tanggal 24 – 25 Juli di Balai Keurukon Fakultas Teknik. (Banda Aceh, 24 Juli 2025).
Kegiatan ini diikuti oleh lulusan fresh graduate dan calon lulusan dari berbagai program studi Teknik seperti Teknik Mesin dan Industri, Teknik Sipil, Arsitektur dan Perencanaan Wilayah & Kota dan D-3 Teknik Sipil sebagai upaya peningkatan kualitas dan pengakuan kompetensi tenaga kerja di bidang konstruksi.
Ketua Pelaksana Danny Suriansyah, ST., MT. dari BJKW I Banda Aceh dalam laporan kegiatannya menyampaikan, kegiatan ini yang merupakan kerjasama dengan FT USK merupakan kegiatan bagi calon tenaga kerja bidang konstruksi agar menghasilkan SDM yang produktif dan berdaya saing.
Total peserta yang mengikuti uji kompetensi ini sejumlah 104 peserta yang merupakan lulusan dan calon lulusan yang terdiri dari 6 jabatan kerja bidang konstruksi. Sebanyak 67 mahasiswa akhir S1 untuk jenjang 6 meliputi Manajer Pelaksana Lapangan Pekerjaan Mekanikal, Pengawas Pekerjaan Struktur Bangunan Gedung, Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung.
Sedangkan Jenjang 5 ada dari D-3 Sipil sebanyak 4 peserta dengan jabatan kerja Teknisi Survey Terestris. Untuk Ahli Muda atau jenjang 7, ada sebanyak 33 peserta (Ahli Muda Bidang Keahlian Teknik Mekanikal dan Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung).
Kepala BJKW I Banda Aceh, Ir. Indra Suhada, ST., MT. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia bidang konstruksi, khususnya bagi generasi muda di lingkungan perguruan tinggi. “Komitmen pemerintah melalui Kementerian PU adalah untuk terus memfasilitasi peningkatan kompetensi lulusan dan calon lulusan di bidang konstruksi, agar keahliannya dapat diakui secara resmi (kompeten) dan mereka siap bersaing di dunia kerja nasional maupun internasional,” ujarnya.

Setelah itu, kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, IPU., ASEAN Eng., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting karena tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga menguji kompetensi mereka secara profesional sehingga memperoleh pengakuan yang sah baik di dunia pendidikan maupun di dunia kerja.
“Kita harus membuktikan bahwa lulusan Fakultas Teknik USK memang layak dan unggul, sejalan dengan status akreditasi unggul yang telah kita raih. Melalui uji sertifikasi ini, mahasiswa dan alumni kita bisa menunjukkan bahwa mereka tidak hanya lulus secara akademis, tetapi juga kompeten secara praktikal dan siap bersaing di dunia konstruksi,” tegasnya.
Alfiansyah turut memberikan motivasi dan arahan kepada para peserta. Ia menekankan bahwa sertifikasi adalah bagian dari proses profesionalisasi yang harus dijalani oleh setiap calon tenaga kerja konstruksi. “Sertifikat Kompetensi Kerja adalah tanda bukti pengakuan kompetensi tenaga kerja konstruksi. Di era sekarang, itu menjadi standar dasar untuk membangun kepercayaan dunia industri,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan perlengkapan konstruksi secara simbolis kepada perwakilan peserta. Penyerahan ini menjadi simbol dukungan nyata terhadap kelancaran pelaksanaan tersebut, sekaligus mencerminkan kesiapan peserta untuk mengikuti proses secara profesional dan sesuai standar keselamatan kerja.
Kegiatan sertifikasi Kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi melalui uji kompetensi sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional, dan/atau standar khusus yang dilaksanakan oleh asesor bersertifikasi.
Puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa aktif dan alumni Fakultas Teknik mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Diharapkan melalui kegiatan ini, akan lahir tenaga kerja bidang konstruksi muda yang berkompeten, tersertifikasi dan siap berkontribusi dalam pembangunan nasional/Internasional yang berkelanjutan.