Warta Unsyiah – Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP Unsyiah) merayakan hari ulang tahun yang ke-50 dengan menggelar zikir akbar. Zikir tersebut dipimpin oleh Pimpinan Majelis Zikrullah Aceh, Teungku Samunzir bin Husein, dan berlangsung di Masjid Jamik Unsyiah, Jumat (14/11).
“Semua manusia berdosa kepada Allah Swt. kecuali nabi dan rasul yang telah dijaga kesuciannya. Banyak dosa yang telah melekat dalam diri kita. Kita iri dengan kesenangan dan kekayaan orang lain. Bahkan kadang muncul keinginan untuk menghancurkan kesenangan orang lain. Itu salah satu dosa dan penyakit hati yang ada pada diri manusia,” tukasnya.
Dai muda itu mengatakan, cara ampuh untuk menghilangkan penyakit hati yakni dengan memperbanyak zikir, istigfar, serta memohon ampun kepada Allah Swt. Hati seorang mukmin itu bagaikan rumah bagi Allah Swt. apabila senantiasa diisi dengan mengingat-Nya.
“Sayangnya, umat Islam banyak terpedaya oleh godaan iblis sehingga lupa mengingat Allah Swt. Iblis selalu berusaha menghalang-halangi umat Islam untuk berzikir. Maka, kita harus membentengi diri dengan berniat kuat untuk bisa berzikir di setiap waktu. Minta tolong pada Allah Swt. agar diberi kesempatan untuk berzikir,” sebutnya.
Ia mengimbau jemaah zikir agar meyakinkan diri bahwa hanya Allah Swt. yang mampu mengatasi semua masalah. Persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan zikir diiringi usaha. Di samping itu, Tgk. Samunzir juga menyinggung masalah bidah yang kerap dilontarkan oleh kelompok tertentu.
“Ada kelompok yang mengklaim dirinya pengikut sunah, tapi menghujat kelompok lain dengan label bidah. Sesuatu yang dianggap baru disebut bidah dan sesat. Padahal jelas-jelas Imam Syafii selaku imam mazhab kita menyebutkan ada bidah hasanah, yakni bidah yang baik. Maka, sesuatu perbuatan yang mengantarkan kepada nilai kebaikan dan ibadah tetap dibolehkan dalam Islam. Jangan mudah mengatakan orang lain bidah, sesat, dan sebagainya,” tukasnya.
Sementara itu, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unsyiah, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur, B.C., yang hadir dalam majelis zikir itu berharap ada hasil yang didapat dari kegiatan keagamaan tersebut.
“Semoga seluruh jemaah zikir, khususnya mahasiswa Unsyiah, dapat mengambil pelajaran dari ceramah dan zikir yang disampaikan oleh Tgk. Samunzir. Ilmu yang didapat tak cukup tanpa dibarengi nilai-nilai keislaman. Jadi, di samping mata kuliah di kampus, mahasiswa juga harus membekali diri dengan ilmu-ilmu agama, sekurang-kurangnya melalui program Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam (UP3AI),” ujarnya.
Zikir dalam rangka peringatan HUT FP Unsyiah itu diikuti oleh ratusan orang, terdiri dari dosen, staf, dan mahasiswa Unsyiah serta masyarakat umum. Turut hadir dalam acara tersebut Dekan FP Unsyiah, Dr. Ir. Agussabti, M.Si; dan guru besar FP Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Yuswar Yunus, M.P. Zikir berlangsung sejak pukul 09.00 sampai pukul 11.00.[rz-be]
FP Unsyiah Rayakan HUT dengan Zikir Akbar
- Category: Kabar USK