Forum WR II Se-Indonesia di USK Bahas Isu Strategis PTN-BH

Para Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan  atau WR II dari berbagai universitas yang ada di Indonesia berkumpul di Universitas Syiah Kuala (USK). Mereka membahas isu-isu strategis Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Aula FMIPA, Senin, 4 Maret 2024.

Prof. Dr. drh. Muhammad Hambal selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyebutkan, para WR II yang hadir pada Forum WR II Se-Indonesia 2024 di USK terdiri dari: UI, UGM, UPI, UNNES, UNAIR, UNS, USU, UNESA, UB, ITB, IPB, ITS, UNDIP, UNHAS, UNY, UNM, UNP, UNAND, UT dan USK sebagai tuan rumah.

“Besar harapan kami, dengan adanya kegiatan ini bisa sama-sama mengambil ilmu yang besar dan bermanfaat untuk kemajuan universitas masing-masing, bangsa dan negara,” ucap Prof Hambal.

Ketua Forum WR II PTN-BH Se-Indonesia, Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M menyampaikan terimakasih kepada USK, atas kesedian menjadi tuan rumah, dengan tema yang diangkat: Kemandirian PTN-BH dalam Pengembangan dan Pengelolaan SDM , Keuangan serta Optimalisasi Aset untuk Income Generating.

“Ini (forum) penting untuk merespon topik terkini. Seperti PMK No 66 tahun 2023, dan banyak lagi. Kita lebih banyak melakukan diskusi. Terimakasih untuk para narasumber,” katanya.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan momentum yang sangat baik bagi semua, khususnya USK dalam menjalankan statusnya sebagai PTN-BH. Sebab, melalui forum ini sesama kampus PTN-BH bisa bertukar gagasan atau informasi. USK juga bisa belajar banyak dari kampus lainnya yang telah terlebih dahulu menjalani statusnya sebagai PTN-BH.

“Dengan adanya forum ini kita dapat melahirkan gagasan, strategi, atau kebijakan yang konstruktif untuk mengembangkan dan mewujudkan kemandirian kampus-kampus PTN-BH dimana “kemandirian” merupakan salah satu ciri khas PTN-BH, dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan adalah ujung tombaknya universitas untuk mewujudkan kemandirian,” ujar Rektor USK.

Prof Marwan menyadari, bahwa PTN-BH juga harus berkomitmen untuk terus meningkatkan sumber pendanaan di luar APBN, misalnya melalui peluang kerjasama dengan pihak industri, lembaga swadaya masyarakat, dan berbagai mitra lainnya.

“Optimalisasi aset untuk income generating seperti pemanfaatan gedung dan tanah, laboratorium dan peralatan, serta hak kekayaan intelektual juga sebuah hal yang diperlukan untuk membantu meningkatkan kemandirian PTN-BH,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan strategi yang tepat dan terintegrasi, sehingga nantinya benar-benar dapat meningkatkan income generating, tentunya dengan tetap menjaga kualitas pendidikan dan penelitian.

“Kami sangat berharap melalui forum ini nantinya kita bisa bergerak secara bersama untuk memajukan dunia pendidikan tinggi di Indonesia,” pungkasnya