Universitas Syiah Kuala

FKP USK Resmi Jadi Scientific Service Provider Komnas Kajiskan, Satu-satunya di Aceh

Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi ditetapkan sebagai Scientific Service Provider (SSP) oleh Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan). Dengan pencapaian ini, FKP USK menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Provinsi Aceh yang menyandang lisensi bergengsi tersebut.

Penetapan tersebut dilakukan pada Kamis, 7 Mei 2026, di Hotel Swiss-Belinn, Bogor, setelah delegasi FKP USK menuntaskan rangkaian pelatihan intensif selama tiga hari.

Sebagai informasi, Komnas Kajiskan merupakan lembaga mandiri nonstruktural di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Lembaga ini menghimpun para akademisi, peneliti, dan praktisi pakar untuk memberikan rekomendasi ilmiah strategis, mulai dari estimasi potensi sumber daya ikan, Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan (JTB), hingga tingkat pemanfaatan ikan demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.

Dalam momentum ini, sebanyak sembilan dosen FKP USK berhasil memperoleh brevet atau lisensi resmi SSP. Mereka adalah Adrian Damora, Alvi Rahmah, Irma Dewiyanti, Ratna Mutia Aprilla, Mutia Ramadhaniaty, Imelda Agustina, Inda Mardhatillah, dan Zahra Afranisa. Perolehan ini sekaligus mengukuhkan USK sebagai universitas dengan jumlah anggota SSP terbanyak di Indonesia.

Dekan FKP USK yang juga menjabat sebagai Koordinator Komnas Kajiskan untuk WPPNRI 572, Prof. Dr. Muchlisin Z.A., S.Pi., M.Sc., menjelaskan bahwa para pakar ini akan mengemban tugas krusial dalam melakukan perhitungan stok ikan di dua wilayah strategis: Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 (Selat Malaka) dan WPPNRI 572 (Samudra Hindia Barat Sumatera).

“Analisis dan perhitungan ini sangat penting untuk memperbarui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2022 terkait Estimasi Potensi Sumber Daya Ikan, JTB, serta Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di seluruh WPPNRI,” pungkas Prof. Muchlisin.