Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH USK) resmi melaksanakan kegiatan Launching dan Pelepasan Supervisi Pemeriksaan dan Penyembelihan Hewan Qurban (SPPHQ) 2026 di lingkungan FKH USK. (Banda Aceh, 19 Mei 2026).
Kegiatan ini diselenggarakan bersama UKM HiMPHarsia sebagai panitia pelaksana. Program SPPHQ merupakan agenda tahunan FKH USK sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban yang memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Kegiatan ini juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian masyarakat.
Ketua Panitia SPPHQ 2026, M. Agung Nur Sanjaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun ini SPPHQ mengusung tema “SPPHQ FKH USK 2026: Bersinergi dalam Pengabdian untuk Mewujudkan Hewan Qurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bersama Masyarakat Tangguh Bencana.”
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan SPPHQ 2026 berlangsung sejak 19 April hingga 21 Juni 2026. Kegiatan tersebut meliputi survei penentuan lokasi pemeriksaan hewan kurban, webinar nasional, coaching dosen dan peserta, launching tim SPPHQ, survei pendataan hewan kurban, pemeriksaan antemortem dan postmortem, hingga evaluasi kegiatan.
Pada pelaksanaan tahun ini, tim supervisi melibatkan 72 dosen dan tenaga pendidik/praktisi serta 280 mahasiswa FKH USK yang berasal dari Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH), Program Studi S-1 Pendidikan Dokter Hewan, Program Studi D-3 Kesehatan Hewan, serta 22 mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian USK. Tim akan melaksanakan pemeriksaan hewan kurban di Banda Aceh, Aceh Besar, dan beberapa daerah di luar Aceh dengan cakupan 36 gampong pada 50 titik pemeriksaan.

Rektor USK yang diwakili Direktur Direktorat Kewirausahaan dan Alumni USK, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan SPPHQ 2026 sebagai bentuk nyata pengabdian civitas akademika kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut terus memberikan manfaat nyata dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban yang sesuai prinsip ASUH.
Sementara itu, Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. Teuku Robbi Irza, S.SiT., M.T., secara resmi membuka kegiatan launching dan pelepasan SPPHQ 2026.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam pengawasan hewan kurban. Ia juga berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masyarakat veteriner dan ketahanan masyarakat tangguh bencana.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur akademisi dan pemerintahan, di antaranya Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh, Dinas Pertanian Aceh Besar, serta PDHI. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk nyata sinergi dalam mewujudkan pelaksanaan kurban yang sehat dan sesuai prinsip kesehatan masyarakat veteriner.
Melalui kegiatan ini, FKH USK berharap seluruh peserta dan tim supervisi dapat menjalankan tugas secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mewujudkan hewan kurban yang sehat, aman, dan layak dikonsumsi.