Universitas Syiah Kuala

FKG USK Gelar 4th AIDEM 2026, Perkuat Publikasi Global dan Inovasi Kedokteran Gigi Modern

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu kesehatan melalui penyelenggaraan 4th Aceh International Dental Meeting (AIDEM) 2026 yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USK. Kegiatan ini berlangsung pada 11–12 April 2026 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.

Mengusung tema “No More FOMO: Explore The Science and Technology Driving Modern Skills in Dentistry”, konferensi internasional ini menjadi ruang kolaborasi strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mengeksplorasi perkembangan terbaru dalam dunia kedokteran gigi berbasis teknologi.

Konferensi ini menghadirkan tiga pembicara internasional, yakni Dr. Indah Yuri Noviaranny (Malaysia), Dr. Yenny Rahmayati (Arab Saudi), dan Dr. Cortino Sukotjo (Amerika Serikat), serta lima pembicara nasional dari berbagai spesialisasi kedokteran gigi.

Dekan FKG USK, Prof. Dr. drg. Cut Soraya, M.Pd., Sp.KG, menegaskan bahwa AIDEM merupakan bagian dari komitmen USK dalam mendorong transformasi ilmu kedokteran gigi yang adaptif terhadap kemajuan global.

“Perkembangan teknologi digital telah mengubah praktik kedokteran gigi secara signifikan. Melalui AIDEM, kami ingin memastikan para akademisi dan praktisi mampu beradaptasi serta berkontribusi dalam inovasi layanan kesehatan yang lebih modern dan berkualitas,” ujarnya.

Beragam rangkaian kegiatan ilmiah diselenggarakan dalam konferensi ini, mulai dari main lecture, short lecture (presentasi oral dan e-poster), hingga sesi hands-on keterampilan klinis yang memberikan pengalaman praktis kepada peserta. Selain itu, AIDEM juga membuka peluang publikasi hasil penelitian pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.

Ketua panitia, drg. Pocut Aya Sofya, Sp.Pros, menyampaikan bahwa AIDEM tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wadah membangun jejaring kolaborasi lintas negara.

“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperkuat kolaborasi riset antara akademisi Indonesia dan dunia internasional,” katanya.

Sebanyak ratusan peserta yang terdiri dari dokter gigi, dokter gigi spesialis, serta akademisi dari berbagai negara turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kehadiran pembicara internasional dari Malaysia, Arab Saudi, dan Amerika Serikat turut memperkaya perspektif global dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi.

Salah satu sorotan dalam AIDEM 2026 adalah pemanfaatan teknologi terkini seperti digital scanning dan laser dalam praktik kedokteran gigi, yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta akurasi layanan kesehatan.

Selain sesi ilmiah, kegiatan ini juga menghadirkan pameran teknologi kedokteran gigi modern yang mempertemukan dunia akademik dengan industri, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes, sebagai bentuk dukungan institusi terhadap penguatan riset dan publikasi ilmiah di tingkat global.