Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKEP USK) resmi meluncurkan Professional Training Center sebagai pusat pengembangan kompetensi profesional untuk tingkatkan kompetensi perawat. Serta kesiapan dan daya saing tenaga keperawatan Indonesia, dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang berkarier di tingkat internasional.
Kegiatan ini dibuka Wakil Rektor USK Bidang Sumber Daya dan Keuangan, Dr. Fairuzzabadi, S.E., M.Sc., serta turut di dampingi Dekan FKep USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., MS, dan perwakilan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, Basuki Rahmat, SKM., MKM di Aula Rufaida Al Islamia FKep USK. (Banda Aceh, 7 September 2026).
Peluncuran Professional Training Center sekaligus menandai pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Perawat – Bahasa Inggris bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Program ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai September hingga Desember 2026, bertempat di Fakultas Keperawatan USK dan diikuti oleh 20 lulusan keperawatan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Teuku Tahlil menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BP3MI Aceh kepada FKEP USK sebagai penyelenggara program. Dirinya mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama FKep USK dengan BP3MI Aceh melalui sinergi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas akses tenaga keperawatan Indonesia terhadap peluang kerja global yang aman dan terlindungi.
“Ini merupakan peluang besar bagi kami sebagai salah satu motor pendidikan keperawatan di Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan mobilitas perawat secara global,” ujar Teuku Tahlil.
Menurutnya, FKEP USK memiliki pengalaman dalam mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional. Saat ini tercatat 87 alumni Fakultas Keperawatan USK masih aktif bekerja di berbagai negara. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti kemampuan institusi dalam menghasilkan lulusan keperawatan yang memiliki kompetensi global.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan program ini dengan memperhatikan kualitas materi pembelajaran, tenaga pengajar, serta sarana dan prasarana selama pelatihan berlangsung,” tambahnya.

Sementara itu, Basuki Rahmat, menegaskan komitmen BP3MI untuk terus mendampingi Fakultas Keperawatan USK dalam memastikan pelatihan berjalan secara optimal. Dirinya pun berharap, seluruh perawat yang bekerja di luar negeri mendapatkan perlindungan secara legal dari pemerintah di bawah naungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Kita ingin perawat Indonesia memperoleh kesejahteraan dan perlindungan dimanapun mereka berada,” ungkapnya.
Selanjutnya, Fairuzzabadi, turut menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan dan berbagai capaian Fakultas Keperawatan USK dalam beberapa tahun terakhir. Dirinya bangga melihat kemajuan Fakultas Keperawatan USK dalam lima tahun terakhir. Berbagai prestasi telah diukir, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Serapan lulusan yang bekerja di luar negeri membuktikan bahwa FKEP USK semakin diperhitungkan dalam kancah internasional. Hal ini semakin diperkuat dengan capaian akreditasi internasional ASIIN,” ujarnya.
Mewakili pimpinan universitas, Fairuzzabadi menyampaikan selamat atas peresmian Professional Training Center dan berharap keberadaan pusat pelatihan tersebut memberikan manfaat yang luas.
“Semoga Professional Training Center ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan universitas serta menjadi salah satu pintu dalam meningkatkan daya saing tenaga keperawatan Indonesia di tingkat global,” ucapnya.
Peluncuran Professional Training Center juga memperkuat kontribusi USK terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung SDG 3 – Good Health and Well-being melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan; SDG 4 – Quality Education melalui pendidikan dan pelatihan profesional berkelanjutan; serta SDG 8 – Decent Work and Economic Growth melalui peningkatan akses perawat terhadap kesempatan kerja yang layak, aman, legal, dan terlindungi di tingkat internasional.
Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, BP3MI, dan kementerian terkait menjadi implementasi SDG 17 – Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Professional Training Center diharapkan menjadi wadah berkelanjutan untuk mempertemukan pendidikan, peningkatan kompetensi, kebutuhan pasar kerja, serta perlindungan tenaga profesional Indonesia.