Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan primer di wilayah terdampak Siklon Tropis Senyar 2025. Program ini berhasil mempercepat pemulihan fungsi 24 Puskesmas yang tersebar di empat kabupaten di Aceh, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.
Program tersebut dirancang sebagai jembatan strategis dari fase tanggap darurat menuju fase pemulihan sistematis layanan kesehatan rutin pasca bencana. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, serta melibatkan tim dosen FK dan Fakultas Keperawatan USK, puluhan tenaga medis dari unsur dokter, serta mahasiswa. Program ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program yang bertajuk “Pengadaan Alat Kesehatan dalam Rangka Akselerasi Revitalisasi 24 Puskesmas di Lokasi Bencana”, menargetkan pemulihan fungsi Puskesmas secara cepat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung layanan kesehatan primer. Fokus layanan mencakup penanganan kegawatdaruratan medis, pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pemantauan status gizi, serta pengelolaan penyakit kronis dan gangguan pernapasan akut.
Dalam pelaksanaannya, tim FK USK berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan jejaring klaster kesehatan untuk menyiapkan paket 12–16 item alat kesehatan non-konsumtif bagi setiap Puskesmas. Paket tersebut meliputi antara lain stetoskop, tensimeter, pulse oksimeter, timbangan bayi dan dewasa, tabung oksigen berkapasitas 40 dan 7 liter, ambu bag, nebulizer, glucometer beserta strip, doppler fetal, lemari pendingin vaksin (vaccine refrigerator), sterilizer medis, hingga set partus.
Total nilai aset alat kesehatan yang disalurkan mencapai ratusan juta rupiah, dengan rincian sebesar Rp 336.505.000,00 di Kabupaten Aceh Tamiang, Rp129.425.000,00 di Aceh Tengah, Rp103.540.000,00 di Bener Meriah, dan Rp51.770.000,00 di Pidie Jaya. Seluruh bantuan diserahkan secara resmi melalui Berita Acara Serah Terima Aset (BAST) kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 15–28 Desember 2025 melalui lima tahapan utama, yaitu sosialisasi dan koordinasi, pengadaan dan penyiapan logistik, distribusi dan serah terima aset, pelatihan serta pendampingan awal tenaga kesehatan, serta evaluasi dan dokumentasi. Proses serah terima aset dilakukan dengan pengesahan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, sehingga seluruh alat tercatat dalam sistem inventaris dan menjadi bagian dari rencana kontinjensi bencana daerah.
Dengan kepemilikan paket alat kesehatan esensial tersebut, 24 Puskesmas mitra kini kembali mampu menjalankan layanan dasar secara optimal, mulai dari triase dan pemantauan klinis, stabilisasi kasus gawat darurat, pemantauan kehamilan berisiko tinggi, pemeliharaan rantai dingin vaksin, hingga penguatan layanan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
Program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran aset fisik, tetapi juga memperkuat keberdayaan struktural Puskesmas dan Dinas Kesehatan sebagai pemilik dan pengelola layanan kesehatan primer yang lebih siap menghadapi lonjakan kebutuhan layanan pascabencana. Ke depan, FK USK telah menyiapkan komponen lanjutan berupa pelatihan terstruktur bagi tenaga kesehatan, integrasi penggunaan alat ke dalam standar operasional prosedur (SOP) pelayanan harian, serta pemantauan indikator pemanfaatan alat dan mutu layanan.