
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan Pemerintah Kabupaten Pidie melaksanakan Lokakarya Integrasi Kebijakan Daerah dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Pidie, Senin, 23 Desember 2019 lalu. Lokakarya yang bertempat di Oproom Sekdakab Pidie ini dibuka oleh Wakil Bupati Pidie yang turut dihadiri Kepala SKPK, Camat, dan para Keuchik dari Desa Lokus Stunting, Pidie.
Bertindak sebagai fasilitator adalah pakar gizi nasional yakni Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Si., Sp.GK (K), Dr. dr. Sulaiman Yusuf, Sp.A(K) , dan dr. TM Thaib, Sp.A (K). Turut hadir Wakil Dekan Bidang Kerjasama FK Unsyiah, Dr.dr. Safrizal Rahman, M.Kes. SpOT
Lokakarya yang diinisiasi oleh tim kerja sama FK Unsyiah dan Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes RI ini, bertujuan untuk menyatukan visi dan persepsi para pemangku kebijakan di Pidie. Selain itu, juga untuk melakukan konvergensi program penanggulangan stunting serta realisasi konvergensi dalam mata anggaran setiap SKPK pada tahun 2020 mendatang.
Prof. Abdul Razak dalam pemaparannya menyampaikan jika prevalensi stunting di Pidie masih tinggi. Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab bidang kesehatan, tetapi juga lintas sektoral. Terlebih lagi saat ini masing-masing desa memiliki dana desa yang dapat digunakan untuk penanggulangan stunting. Prof. Abdul juga berharap komitmen dari para ulama dalam mendukung penyelesaian stunting di Pidie.

Dr. Safrizal yang mewakili Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah menyebutkan bahwa program pendampingan penanggulangan stunting merupakan implementasi dari tridarma perguruan tinggi Unsyiah. Di bawah bimbingan Prof. Abdul Razak, FK Unsyiah mampu bekerja maksimal dengan progress yang dicapai hari ini. Ia juga mengungkapkan, kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.
“Kita berharap Kabupaten Pidie dapat menjadi role model bagi kabupaten lain dalam pencegahan dan penanggulangan stunting di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, ST mengatakan, pemerintahannya berkomitmen tinggi dalam menyelesaikan stunting. Hal ini terlihat dari pengalokasian anggaran di tingkat SKPK untuk penanggulangan masalah stunting. Ia berharap dengan kerja sama ini, perguruan tinggi dapat memberikan masukan dan pemikiran bagi pemerintah Kabupaten Pidie agar persoalan stunting dapat diselesaikan. (Humas Unsyiah/fer)