Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menjajaki peluang penguatan kerja sama akademik dengan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Jepang.
Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka dalam kegiatan Resepsi Pergantian Direktur CSEAS Kyoto University dari Prof Fumiharu Mieno kepada Prof Dr Masaaki Okamoto yang berlangsung di Jakarta Residence CSEAS, Kyoto University, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum perkenalan Direktur CSEAS yang baru dengan berbagai mitra dan rekan peneliti, sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan serta membuka ruang kolaborasi akademik antara institusi.
Mewakili Dekan FISIP USK Dr Hamdani M Syam MA, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP USK, Rizanna Rosemary, S.Sos., M.Si., MHC., Ph.D., menghadiri kegiatan tersebut sekaligus membangun komunikasi awal terkait peluang kerja sama kedua lembaga.
“Telah terjadi perbincangan mengenai potensi kerja sama antara CSEAS Kyoto, Jepang, dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala ke depan,” ujar Rizanna.
Menurutnya, kerja sama dengan CSEAS Kyoto University menjadi peluang penting dalam mendukung penguatan kapasitas akademik serta pengembangan program studi di lingkungan FISIP USK. Terutama, kata dia, bagi Program Studi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional yang merupakan program studi baru dan membutuhkan penguatan jejaring akademik di tingkat internasional.
Rizanna menyebutkan, kepakaran Prof Dr Masaaki Okamoto dalam bidang studi politik, khususnya mengenai Indonesia dan kawasan Asia, menjadi salah satu faktor strategis yang dapat mendukung pengembangan kerja sama akademik antara kedua institusi.
“Prof Okamoto dengan kepakaran di bidang studi politik, khususnya Indonesia dan kawasan Asia, merupakan figur yang dapat mendorong kerja sama dalam memperkuat peran Program Studi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional sebagai program studi baru,” katanya.
Ia menilai, kolaborasi tersebut dapat memberikan kontribusi dalam menghadirkan perspektif kritis dan strategis terhadap berbagai isu sosial politik serta dinamika hubungan internasional di kawasan Asia.
Lebih lanjut, Rizanna berharap hubungan antara FISIP USK dan CSEAS Kyoto University tidak berhenti pada komunikasi antarlembaga, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama konkret di bidang akademik. Sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan antara lain penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring akademik internasional, hingga kajian mengenai dinamika politik dan hubungan internasional kawasan Asia Tenggara.
“Penguatan hubungan dengan CSEAS Kyoto University diharapkan dapat berkembang dalam bentuk kerja sama akademik yang lebih konkret pada masa mendatang,” ujarnya.
CSEAS Kyoto University merupakan salah satu pusat kajian yang memiliki perhatian terhadap berbagai isu Asia Tenggara.