Universitas Syiah Kuala

FGD Lintas Sektor Dukung Inovasi USK Ubah Lumpur Banjir Jadi Bahan Bangunan

Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pemulihan pasca bencana di Aceh melalui pengembangan inovasi pemanfaatan sedimen lumpur banjir menjadi bahan bangunan berupa batu bata ringan dan bata merah. Komitmen tersebut mendapat dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam Focus Group Discussion (FGD) Lintas Sektor yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh di Aula Unit I Distanbun Aceh, Banda Aceh, Kamis (9/7/2026).

FGD tersebut dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Aceh, Teuku Robby Irza, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Aceh. Dalam sambutannya, ia menegaskan dukungan Pemerintah Aceh terhadap upaya pemanfaatan sedimen banjir sebagai solusi inovatif dalam mempercepat pemulihan lahan pertanian dan lingkungan yang terdampak bencana.

Inovasi ini berangkat dari hasil kajian ilmiah para profesor dan pakar material bangunan USK yang menemukan bahwa sedimen lumpur sisa banjir di sejumlah wilayah Aceh memiliki karakteristik mineral yang layak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan batu bata ringan maupun bata merah berkualitas.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui riset terapan oleh tim peneliti USK yang terdiri atas Dr. Abdullah, Dr. Huzaim, dan Dr. Purwana. Penelitian difokuskan pada pengujian kualitas material, formulasi produk, serta kelayakan implementasi teknologi agar hasil riset dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Direktur Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, Dr. Ir. Afdhal, ST, M.Sc., IPU, mengatakan bahwa keterlibatan USK dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi nyata melalui riset yang berdampak.

“Bagi USK, keterlibatan kami bukan sekadar riset di laboratorium, melainkan manifestasi peran perguruan tinggi sebagai problem solver. Kami memandang pemulihan pasca bencana harus melampaui pendekatan konvensional. Kita tidak hanya membersihkan lahan, tetapi mengubah sisa bencana menjadi aset pembangunan. USK berkomitmen penuh mengawal riset ini hingga ke tahap implementasi (pilot project) dengan menyediakan dukungan teknis dan pendampingan kualitas produk agar layak dipasarkan,” ujar Dr. Afdhal

Menurut Afdhal, inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu mempercepat pemulihan kawasan terdampak banjir serta membuka peluang tumbuhnya industri bahan bangunan berbasis masyarakat di tingkat desa.

Pelaksana Tugas Kepala Distanbun Aceh, Ir. Azzanuddin Kurnia, SP, MP, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif USK. Menurutnya, hasil riset yang dikembangkan USK memberikan landasan ilmiah yang kuat bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pemanfaatan sedimen banjir secara produktif dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil kajian tim peneliti USK, ketebalan endapan lumpur di sejumlah lokasi terdampak banjir, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya, berkisar antara satu hingga 2,5 meter dengan volume mencapai ratusan ribu meter kubik. Dari hasil kajian tersebut, USK merekomendasikan Desa Meunasah Mancang dan Desa Dayah Husin sebagai lokasi percontohan karena memiliki karakteristik material yang sesuai serta dukungan masyarakat yang kuat.

Riset yang dilakukan USK dilaksanakan secara komprehensif, mulai dari pengambilan sampel di sepuluh titik lokasi, pengujian laboratorium teknik, hingga asesmen sosial. Pendekatan ini bertujuan memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu sekaligus memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Melalui FGD tersebut, USK juga memaparkan pentingnya percepatan hilirisasi hasil riset menuju tahap implementasi. Sejumlah instansi, di antaranya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, turut dilibatkan dalam pembahasan aspek regulasi, status material, serta skema pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi.

Forum tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi inovasi USK. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Forum Zakat dan Nurul Hayat, USK akan terus mengawal penerapan hasil riset di lapangan agar pemulihan lahan pertanian pascabencana dapat berjalan seiring dengan terciptanya peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sedimen banjir menjadi bahan bangunan bernilai tambah.