Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) menerima 15 mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam Program Student Exchange (Mobility) Inbound pada Program Studi Ekonomi Islam FEB USK. Banda Aceh, (4 Mei 2026)
Program ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kolaborasi akademik antara USK dan UKM Malaysia di bidang ekonomi dan keuangan syariah.
Selama berada di Aceh, mahasiswa Malaysia mengikuti berbagai kegiatan akademik dan budaya, mulai dari city tour ke sejumlah destinasi sejarah dan religi di Banda Aceh seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami Aceh, dan PLTD Apung, hingga mengikuti kuliah tamu internasional bersama Dr. Md Yazid bin Ahmad dengan topik “Pengurusan Harta Pusaka Muslim di Malaysia.”
Selain itu, mahasiswa UKM bersama sivitas akademika Prodi Ekonomi Islam FEB USK juga melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Dayah Darul Hikmah Kajhu dengan tema “Akselerasi Kemandirian Ekonomi Dayah berbasis Tata Kelola dan Nilai Syariah.” Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi wawasan mengenai penguatan tata kelola kelembagaan dayah dan pengembangan ekonomi berbasis syariah.
Program inbound juga menghadirkan kelas kolaborasi pada mata kuliah Manajemen Zakat, Infak, dan Wakaf yang diisi bersama dosen FEB USK dan dosen Fakulti Pengajian Islam UKM. Mahasiswa turut mengunjungi Baitul Mal Aceh untuk mempelajari praktik pengelolaan zakat dan peran lembaga tersebut dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan Seminar Mobiliti International bertema “Sharia-based Socio-Economic Transformation in the Digital Era: Towards Sustainable Development Goals (SDGs)” yang menghadirkan presentasi mahasiswa UKM dan mahasiswa Prodi Ekonomi Islam FEB USK terkait transformasi sosial-ekonomi berbasis syariah di era digital.
Koordinator Prodi Ekonomi Islam FEB USK, Muhammad Haris Riyaldi, berharap kerja sama antara USK dan UKM dapat terus berkembang melalui program mobility mahasiswa, riset, dan publikasi ilmiah bersama.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa UKM, Luqman Muzzammil bin Roslan, mengaku terkesan dengan pengalaman akademik dan budaya selama mengikuti program inbound di Aceh. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru terkait implementasi syariat Islam sekaligus mempererat hubungan antarmahasiswa kedua universitas.
Program student exchange inbound ini diharapkan menjadi sarana pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman akademik, dan penguatan hubungan antarperguruan tinggi serumpun dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta pengembangan kolaborasi keilmuan Islam di tingkat global.